Ingin Lakukan Perjalanan Keluar Mentawai Harus Rapid Test atau Tes PCR Mulai 13 Juli

Ingin Lakukan Perjalanan Keluar Mentawai Harus Rapid Test atau Tes PCR Mulai 13 Juli Kapal cepat Mentawai Fast sedang menurunkan barang penumpang di Pelabuhan Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai. Kapal ini kembali berlayar saat masa PSBB berakhir di Mentawai. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 360/351 BUP-2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi tatanan new normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Selasa, (7/7/2020). SE tersebut akan efektif berlaku 13 Juli mendatang.

Isi Surat Edaran tersebut dinilai banyak pihak isinya justru membatasi pergerakan orang padahal sudah masuk pada tatanan new normal, hal ini juga dipedomani dengan keluarnya Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang protokol pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan.

Isi surat edaran yang dikeluarkan Bupati Mentawai tersebut diakui Lahmuddin Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus juru bicara perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 (Corona Disease-19) di Mentawai banyak pro kontra. “Tetapi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya pada Kamis, (9/7/2020).

Beberapa hal yang diatur dalam SE Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, perjalanan orang dalam masa adaptasi tatanan new normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, salah satunya persyaratan yang harus disiapkan oleh pelaku perjalanan Padang-Mentawai atau sebaliknya berupa menunjukkan identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau tanda pengenal yang lain yang sah, kemudian memiliki surat keterangan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif yang diterbitkan oleh dokter dari fasilitas kesehatan atau puskesmas daerah asal.

Dijelaskan Lahmuddin, untuk pelaku yang melakukan perjalanan dari Mentawai-Padang, rumah sakit atau puskesmas tidak menyediakan pemeriksaan khusus rapid test, alternatif lain adalah harus melakukan swab tes secara gratis di fasilitas kesehatan (RSUD atau puskesmas) yang telah disediakan sebelum melakukan perjalanan dan berlaku selama 14 hari.

Adapun fasilitas kesehatan yang ditunjuk tersebut adalah RSUD Mentawai, Puskesmas Mapaddegat, Puskesmas Sioban, Puskesmas Sikakap, Puskesmas Muara Siberut dan Puskesmas Muara Sikabaluan.

“Kalau sudah memperoleh surat rapid test atau swab bisa digunakan selama 14 hari, misalnya dari Padang menuju Mentawai sudah rapid test ketika melakukan perjalanan lagi dari Mentawai menuju Padang bisa gunakan surat keterangan rapid test atau swab yang sama selama masih berlaku waktunya,” kata Lahmuddin.

Sementara ini pemeriksaan rapid test hanya diberikan untuk pelaku perjalanan yang sifatnya mendesak atau kondisi sakit, atau hal lain yang sifatnya mendesak atau darurat. “Rapid test kita terbatas dan anggaran kita terbatas, jadi selama ini hanya yang prioritas disediakan untuk tracing OTG, ODP, PDP atau instansi layanan publik kalau khusus untuk pelaku perjalanan umum atau sifatnya tidak mendesak bisa lakukan swab test dan itu gratis,” jelas Lamuddin.

Kemudian terkait persyaratan rapid test untuk pelaku perjalanan dari Padang-Mentawai ketentuan yang berlaku adalah setiap individu menunjukkan identitas yang sah (KTP), kemudian memiliki surat keterangan rapid test non reaktif atau hasil PCR negatif. “Jadi pelaku perjalanan dari Padang-Mentawai boleh menunjukkan keduanya hasil rapid atau hasil swab, dan itu juga berlaku selama 14 hari,” kata Lahmuddin.

Sementara untuk persyaratan perjalanan antar pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai hanya bisa menggunakan  tiga pilihan yakni surat keterangan bebas gejala, rapid test dan swab. “Kalau untuk perjalanan wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai bisa gunakan surat keterangan kesehatan, tiga alternatif ini bisa digunakan,” kata Lamuddin.


BACA JUGA