Ini Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Covid-19

Ini Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Covid19 Kepala Dinas Pendidikan Mentawai Oreste Sakeroe. (Foto: Patrisius Sanene/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Tahun ajaran baru 2020-2021 di semua tingkat pendidikan baik PAUD, SD, SMP dan SMA akan dimulai Senin (13/7/2020). Pedoman pola pembelajaran pun sudah dirancang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang produktif dan aman Covid-19 atau sesuai dengan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeroe menjelaskan pedoman pola pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 sudah disosialisasikan kepada pengawas sekolah, korwil dinas pendidikan, dan kepada para kepala sekolah untuk selanjutnya diterapkan di sekolah masing-masing.

Oreste menjelaskan, saat ini Mentawai masih termasuk zona kuning dari daerah lain di Sumatera Barat, sehingga masih perlu kesepakatan penentuan untuk menetapkan zona di Mentawai.

 “Penentuan penerapan zona masih menunggu Bupati menetapkan zona hijau dan kuning, terkait kesiapan kita juga sudah cek di sekolah misalnya yang berada di Pagai Utara, dan mereka sudah siap, di pelosok kenapa belum tampak karena mereka tidak tinggalkan sekolah, artinya dari sisi kesiapan mereka sudah siap,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Rabu, (8/7/2020). 

Kesiapan yang dimaksud adalah bahwa standar yang dipersiapkan sekolah yang aman Covid-19 adalah terutama pada kesiapan penyediaan air untuk cuci tangan, termogan (pengukur suhu tubuh), pihak sekolah juga telah menyiapkan masker untuk siswa yang akan diberikan kepada siswa, kemudian juga penerapan jaga jarak sudah diberlakukan.

Berikut pedoman pelaksanaan pembelajaran di masa covid-19 untuk di Mentawai pada tahun ajaran 2020-2021; 

Untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan mulai memasuki proses belajar pada 13 Juli hingga 30 Oktober 2020 dengan pola Pertemuan Jarak Jauh (PJJ) atau dengan metode luring atau menggunakan metode tatap maya. Kemudian pada November hingga 18 Desember memasuki transisi menuju normal baru, dan pada Januari 2021 pola pembelajarannya sudah normal baru.

Selanjutnya untuk jenjang pendidikan tingkat SD juga akan mulai belajar 13 Juli hingga 30 Oktober 2020 dengan pola Pertemuan Jarak Jauh (PJJ) masa fase transisi menuju new normal dimulai pada 1 September hingga 31 Oktober 2020, sedangkan kenormalan baru mulai diterapkan pada 1 November hingga Desember 2020.

Pola pembelajaran tingkat SD pada masa fase transisi juga ada beberapa ketentuan yakni pertemuan tatap muka untuk kelas 4,5 dan 6 dilakukan selama 14 hari atau 2 minggu, dalam waktu 2 minggu tersebut tiga kali akan dilakukan pertemuan tatap muka, kemudian 7 hari dilakukan dengan pola pertemuan jarak jauh.

Sementara untuk kelas rendah (SD) 1, 2 dan 3 akan memulai pertemuan jarak jauh mulai 13 Juli-31 Agustus 2020,  pada saat anak-anak PJJ ada pertemuan antara sekolah dengan orang tua sekali seminggu. Kemudian pola pembelajaran saat masuk kenormalan baru siswa SD untuk kelas tinggi (4,5 dan 5) akan melakukan pertemuan tatap muka 3 kali dalam seminggu dengan 2 shif, sedangkan kelas rendah (1,2 dan 3) akan melaksanakan pola pembelajaran tatap muka 2 kali dalam seminggu.

Pola pembelajaran dilakukan dua sif, hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan, dimana pada masa Covid-19, kegiatan ekstrakulikuler ditiadakan seperti mengumpulkam banyak orang, bahkan kantin di sekolah untuk sementara tidak boleh ada atau dibuka guna menghindari kerumunan dimana sekolah adalah kelompok yang rentan penyebaran Covid-19.

Berikutnya adalah pola pembelajaran untuk jenjang pendidikan SMP juga akan melakukan pertemuan tatap muka 3 kali dalam 14 hari atau 2 minggu yakni Senin, Rabu, dan Jumat pada minggu pertama kemudian Selasa, Kamis dan  Sabtu pada minggu kedua. Untuk kenormalan baru akan dimulai pada 1 September-Desember 2020 dengan 3 kali pertemuan tatap muka dalam seminggu, 2 hari pertemuan jarak-jauh. 


BACA JUGA