36 Nelayan Asal Jakarta Dilarang Berkeliaran di Permukiman Warga 

36 Nelayan Asal Jakarta Dilarang Berkeliaran di Permukiman Warga  Satgas pencegahan penularan Covid-19 Kecamatan Sikakap mengukur suhu tubuh ABK di pelabuhan Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Merapat di Pelabuhan Perikanan Wilayah III Sikakap 36 nelayan pukat cincin asal Jakarta  disemprot cairan disinfektan oleh Satgas Pencegahan Penularan Covid 19 Kecamatan Sikakap dari Puskesmas Sikakap dan dilarang berkeliaran di permukiman warga Desa Sikakap.

"Semua aturan yang dibuat oleh Satgas Covid-19 Sikakap akan kami turuti, kami sudah dua bulan berada di laut, bisa dikatakan sudah melakukan karantina mandiri di dalam kapal, dari 36 Anak Buah Kapal (ABK) tidak ada yang sakit,"kata Azhari, Kapten Kapal KM Jawara Samudra, Selasa (30/6/2020).

Azhari menambahkan merapat ke pelabuhan Sikakap karena cuaca kurang bagus di perairan sebelum selat Mentawai. "Dalam dua bulan ini ikan belum begitu banyak di dapat, merapat ke Sikakap selain untuk berlindung juga untuk menambah ransum untuk melaut kalau cuaca bagus,"katanya.

Ketua Satgas Pencegahan Penularan Covid-19 Kecamatan Sikakap Fransiskus Sakaletuk menjelaskan, setiap orang yang masuk ke Kecamatan Sikakap akan didata dan disemprot dengan mengunakan cairan disinfektan, selain itu mereka juga di wajibkan pakai masker dan diukur suhu tubuhnya, kalau ditemukan suhu tubuhnya diatas 37,3 celcius mereka wajib karantina mandiri, tapi dari ke 36 nelayan asal Jakarta yang di data tersebut semua suhu tubuhnya bagus.

ABK tersebut tidak diperbolehkan berkeliaran di permukiman warga Desa Sikakap, kalau mau belanja ransum cukup dua orang saja yang pergi, dan harus pakai masker, jaga jarak minimal 1 meter.

"Dimasa new normal semua orang bisa datang ke Mentawai asalkan mereka mau mematuhi protokoler kesehatan yang telah di tetapkan, penjaringan kita lakukan untuk antisipasi supaya virus Covid-19 tidak masuk ke Kecamatan Sikakap khusus Pagai Utara Selatan, Desa Sikakap merupakan tempat orang datang dan pergi untuk itu sudah sewajarnya pengawasan terhadap orang yang masuk dari daerah terjangkit virus Covid-19 diperketat hal ini demi menjaga supaya daerah tetap zona hijau,"katanya.


BACA JUGA