23 Petugas Pemilu Melakukan Rapid Test Ini Hasilnya 

23 Petugas Pemilu Melakukan Rapid Test Ini Hasilnya  Satgas Covid 19 Sikakap dari tim kesehatan Puskesmas Sikakap lagi melakukan rapid test terhadap Mulyanda salah satu anggota PPK Kecamatan Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sebanyak 23 petugas Pemilihan Umum (Pemilu) melakukan rapid test sebelum melakukan tahapan pemilu. 23 petugas pemilu yang melalukan rapid test pada Sabtu (27/6/2020) terdiri dari Panwaslu, Kecamatan Pagai Utara sebanyak 5 orang, PPK Kecamatan Sikakap 5 orang, PPS Desa Matobe 3 orang, PPS Desa Sikakap 3 orang, PPS Desa Taikako 3 orang, dan petugas verifikasi sebanyak 4 orang.

Pengambilan sampel rapid test dilakukan oleh Satgas pencegahan penularan Covid 19 Kecamatan Sikakap dari tim kesehatan Puskesmas Sikakap. "Sebanyak 23 petugas pemilu melakukan rapid test, hasilnya semua non reaktif," kata Lahmuddin Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu (27/6/2020).

Lahmuddin menjelaskan, rapid test ini dilakukan merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam menyukseskan tahapan Pemilu. Untuk antisipasi penyebaran penularan virus Covid-19 petugas Panwaslu dan Petugas PPK, PPS dan verifikasi wajib melakukan rapid test.

Kalau hasil rapit test ada yang reaktif maka langsung diperintahkan untuk karantina mandiri, atau karantina di rumah, kemudian yang reaktif tersebut langsung di ambil sampel swabnya memastikan apakah dia reaktif atau non reaktif sebab hasil rapid test tidak bisa menjadi patokan seseorang itu reaktif atau non reaktif. Hasil swab yang menjadi patokan dipakai apakah seseorang itu reaktif atau non reaktif Covid 19.

"Khusus Panwaslu Kecamatan Pagai Utara alat rapit test nya disediakan sendiri oleh anggota Panwaslu, sementara anggota PPK, PPS dan petugas verifikasi Kecamatan Sikakap alat rapit test nya dari Puskesmas Sikakap, rapid test dilakukan gratis,"katanya.

Mulyanda, anggota PPK Kecamatan Sikakap mengatakan, sesuai aturan semua petugas pemilu sebelum bertugas harus melakukan rapid test, hal ini untuk mengetahui apakah petugas pemilu bebas dari virus Covid-19.

"Kegiatan tahap pemilu sudah mulai dilakukan untuk memverifikasi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat yang maju melalui jalur independen, tujuan verifikasi adalah untuk memastikan apakah benar atau tidak dukungan yang diberikan oleh masyarakat terhadap bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP),"katanya.

Empirisman Zebua, Ketua Panwas Kecamatan Pagai Utara menambahkan petugas panwaslu Kecamatan Pagai Utara sebanyak 6 orang, tapi yang melakukan rapit test hanya lima orang, satu orang petugas Panwaslu Kecamatan Pagai Utara lagi berada di Tuapejat.

"Tugas Panwaslu adalah melakukan pengawasan terhadap tahapan pemilu yang dilakukan oleh penyelengara pemilu, sesuai aturan sebelum bertugas semua anggota Panwaslu diwajibkan melakukan rapid test,”katanya. 


BACA JUGA