Kapolsek Sikakap Minta Masyarakat Laporkan Pelecehan Seksual Anak

Kapolsek Sikakap Minta Masyarakat Laporkan Pelecehan Seksual Anak Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi berdialog dengan warga Sikakap terkait penanganan kasus pelecehan seksual terhadap anak (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi yang baru menjabat meminta masyarakat bekerjasama memberantas pelecehan seksual anak di bawah umur. Hal ini disampaikan waktu kegiatan safari yang diadakan oleh Polsek Sikakap di Masjid Nurul Ikmah Dusun HVA, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (26/6/2020)

Safari Jumat Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi langsung didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Sikakap Aipda Joni Ferwira, dan Kanit Bhinmas Bripka Marhendron.

"Kasus yang banyak terjadi di wilayah Pagai Utara Selatan (PUS) kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, untuk itu saya sebagai Kapolsek Sikakap yang baru sangat berharap sekali kerjasama dan dukungan  masyarakat dalam memberantas pelaku pelecehan seksual anak dibawah umur,"kata AKP Tirto Edhi, Kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Sikakap Aipda Joni Ferwira dan Kanit Bhinmas Bripka Marhendron.

Tirto Edhi menyebutkan anak yang menjadi korban pelecehan seksual mempengaruhi kondisi mental. Korban pelecehan seksual akan merasa minder dan malu bila bertemu dengan teman-temannya, dan merasa takut bila bertemu dengan orang dewasa.

Ia menyebukan kebanyakan pelaku pelecehan seksual anak di bawah umur dilakukan oleh orang terdekat seperti pacar, tetangga, paman, abang, ada juga bapaknya sendiri.

"Sebagai orang tua kita wajib memperhatikan tumbuh kembang anak, dan pergaulan anak supaya dia tidak merasa tidak diperhatikan, kasih sayang orang tua sangat dibutuhkan sekali oleh anak yang baru meningkat dewasa, sekali lagi saya minta kepada masyarakat mari bersama-sama kita berantas pelaku pelecehan seksual di wilayah PUS, kalau ada ditemukan kasus pelecehan seksual di wilayahnya jangan takut untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sikakap, setiap laporan yang masuk akan kita proses secepatnya," katanya.

Menyambung kata Kapolsek, Budi Wiharjo, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  Kecamatan Sikakap, menyebutkan pada tahun 2020 ada sebanyak 5 kasus pelecehan seksual anak d ibawah umur terjadi di PUS dan pelakunya satu orang.

“Kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Sikakap, kami selaku pengurus P2TP2A Kecamatan Sikakap sangat mendukung sekali ajakan dalam memberantas pelaku pelecehan seksual anak dibawah umur di PUS,” katanya.


BACA JUGA