Harga Bibit Pinang Lokal Janggal pada APBDes Monganpoula

Harga Bibit Pinang Lokal Janggal pada APBDes Monganpoula Kepala Bidang Pembinaan Keuangan Desa di BKD Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Gidalti (berdiri bagian kiri) meminta keterangan kepada warga Desa Monganpoula terkait penggunaan dana desa (Foto : Bambang/MentawaiKita.com)

SIKABALUAN—Harga bibit pinang lokal di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 2019 yang dianggarkan dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun anggaran 2019 di ADD (Alokasi Dana Desa) Monganpoula per batang Rp20 ribu dengan jumlah 2 ribu batang. Harga itu lebih mahal dibanding jika membeli bibit di luar Desa Monganpoula.

Harga ini menjadi sorotan Kepala Bidang Pembinaan Keuangan Desa di BKD (Badan Keuangan Desa) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Gidalti saat melakukan evaluasi pengelolaan keuangan desa dengan aparatur pemerintah desa, BPD dan perwakilan masyarakat pada Rabu (24/6/2020).

"Kenapa harga lokal bisa Rp20 ribu per batang, mestinya kalau bibit lokal harganya lebih murah karena tidak mengeluarkan biaya perongkosan dan sebagainya untuk mendatangkan bibit," kata Gidalti.

Menurut Gidalti, bibit pinang yang tumbuh biasanya hanya dijual Rp5 ribu per batang. Sementara bibit yang diorder desa untuk dibagikan kepada masyarakat pada 2019 merupakan bibit lokal yang dibeli pada petani Monganpoula dengan harga Rp20 ribu per batang atau terdapat selisih Rp15 ribu.

"Artinya ada permainan dalam pengadaan bibit pinang di Desa Monganpoula pada 2019 lalu," katanya.

Maron, salah seorang masyarakat Monganpoula mengatakan, bahwa bibit pinang yang disediakan oleh Pemdes Monganpoula pada 2019 dan dibagikan pada orang muda paling banyak menerima hanya 6 batang per orang, sementara pada pengadaan jumlahnya 20 ribu batang.

"Kalau yang dibagi masing-masing hanya 6 batang lalu kemana yang lainnya. Dan kemana sisa anggarannya," katanya.

Kepala Urusan Keuangan Desa Monganpoula, Kairat mengatakan harga satuan untuk pembelian bibit penentuannya tidak diketahui karena hanya disusun oleh oknum tertentu tanpa ada musyawarah pembahasan dan belum semua bibit yang diorder desa sesuai dengan Daftar Rencana Kerja (DRK) 2019.

"Pembeliannya per tahap dan itu terlanjur di SPJkan sebelum semuanya terealisasi. Namun sisa dari anggaran itu sudah dimasukkan dalam Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Desa 2019," katanya.

Senada dengan Kairat, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Monganpoula, Mansyur, mengatakan pihak Pemdes Monganpoula dan BPD tidak pernah duduk bersama untuk membahas soal perubahan anggaran 2019 setelah BPD periode 2019-2025 dilantik pada Juni 2019.

"Tiba-tiba sudah ada saja perubahan anggaran tanpa sepengatahuan BPD, makanya BPD tidak mau menerima dan belum pernah menerima pertanggungjawaban desa untuk anggaran 2019," katanya.

Menanggapi tudingan terhadap dirinya, Kepala Desa Monganpoula, Asrul Sani mengatakan bahwa belum semua bibit yang ada dalam pengadaan 2019 dipesan oleh pemerintah desa karena persoalan keterlambatan pencairan anggaran 2019.

"Anggaran bibit yang belum dibeli sudah dimasukkan dalam SILPA desa," jawab Asrul Sani.

Berdasarkan DRK Desa Monganpoula tahun anggaran 2019 untuk perubahan, anggaran pembelian bibit pinang lokal sebanyak 2 ribu dengan harga Rp20 ribu dengan total anggaran Rp40 juta. Bibit pohon induk durian 100 batang dengan harga Rp120 ribu per batang dengan total Rp12 juta, pengadaan bibit pohon induk rambutan sebanyak 100 batang dengan harga Rp120 ribu per batang dengan total Rp12 juta.

Juga ada pengadaan bibit benih palawija dengan total anggaran Rp8,6 juta, belanja pupuk dan obat-obatan pertanian dengan total Rp99,1 juta dan terdapat anggaran untuk bahan perlengkapan yang diserahkan pada masyarakat seperti mesin rumput 3 unit dengan harga Rp3.399.000 per unit dengan total Rp10.170.000, gerobak sorong Artco sebanyak 30 unit dengan harga Rp678 ribu per unit dengan total Rp20.340.000, tank semprot 35 buah dengan harga Rp565 ribu dengan total Rp19.775.000.

Kemudian pengadaan mesin saw mini merek stheel sebanyak 3 unit masing-masing Rp9.040.000 dengan total anggaran Rp27.120.000, cangkul 30 buah dengan harga Rp113 ribu dengan total Rp3.390.000, parang sebanyak 25 buah dengan harga Rp113 ribu dengan total Rp2.825.000 dan sabit pinang sebanyak 25 buah dengan harga Rp57 ribu dengan total anggaran Rp1.425.000. 


BACA JUGA