Tahun Ajaran Baru Mulai Juli, Tatap Muka Hanya di Zona Hijau

Tahun Ajaran Baru Mulai Juli Tatap Muka Hanya di Zona Hijau Ilustrasi anak sekolah (Pixabay.com)

PADANG—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mengumumkan tahun ajaran baru 2020/2021 tetap akan dilakukan mulai Juli mendatang. Namun proses belajar mengajar tatap muka hanya bisa dilakukan di zona hijau yakni daerah bebas kasus Covid-19. Hal itu diumumkan Nadiem dalam live streaming pengumuman penyelenggaraan tahun ajaran dan akademik baru di masa pandemic Covid-19 di kanal Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6/2020) sore.

Sementara itu di daerah zona kuning, orange dan merah, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara online dari rumah hingga situasi daerah tersebut sudah berada di zona hijau. “Pembelajaran di masa pandemic Covid-19 ini harus mengedepankan keselamatan dan kesehatan,” katanya.

Pembelajaran online tersebut akan tetap menjadi pilihan saat pandemik di daerah rawan demi kesehatan meskipun diakui Nadiem, belum semua daerah memiliki fasilitas memadai untuk belajar online seperti masih adanya daerah yang tidak memiliki jaringan internet ataupun listrik. “Ke depan ini menjadi tantangan kita untuk membenahi fasilitas ini,” katanya.

Proses belajar mengajar di zona hijau juga diatur Kemendikbud sedemikian rupa. Institusi pendidikan di daerah menurut Nadiem tak bisa serta merta langsung memberlakukan sekolah tatap muka jika para orang tua masih khawatir dengan keselamatan anaknya. Hal itu ditekankan Nadiem berulang kali.
“Keputusan untuk mengizinkan anak ke sekolah tetap berada di tangan orang tua,” katanya.

Selain itu, sekolah yang akan buka juga berjenjang, diawali dengan sekolah tingkat SLTA dan SLTP baru dilanjutkan ke tingkat SD dua bulan kemudian, sementara TK dan PAUD, lima bulan kemudian. “Jadi tidak serentak semuanya,” katanya.

Sekolah yang akan melangsungkan tatap muka juga harus menerapkan jaga jarak dengan mengatur maksimal satu kelas maksimal 18 siswa, sehingga sistem belajar dilakukan dengan sif. Selain itu setiap sekolah juga menerapkan protokol kesehatan seperti adanya area cuci tangan.
Pemerintah, jelas Nadiem, juga mengarahkan penggunaan dana BOS untuk mendukung semua kegiatan yang mendukung penerapan protocol kesehatan penanganan Covid-19 di sekolah.

BACA JUGA