Tujuh Warga Pagai Dikarantina Karena Berkunjung ke daerah Terpapar Covid-19

Tujuh Warga Pagai Dikarantina Karena Berkunjung ke daerah Terpapar Covid19 Petugas Kesehatan dari Satgas Percepatan Penangangan Penyebaran Covid-19 Kecamatan Sikakap memeriksa suhu tubuh salah seorang warga Matobe (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Tujuh Warga Pagai, Kabupaten Kepulauan Mentawai dikarantina oleh Satgas Pencegahan Covid-19 karena pernah melakukan kunjungan ke Katiet, Sipora Selatan dan Pesisir Selatan, daerah yang telah terpapar Covid-19. Mereka diisolasi di rumah karantina dan sebagian isolasi mandiri di rumah masing-masing pada Sabtu (30/5/2020).

Ketiga warga tersebut terdiri dari dua orang dari Desa Matobe, Kecamatan Sikakap inisial P (19) dan S (39) yang berkunjung ke Katiet selama 2 minggu dan kembali ke Matobe pada Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. Dari Katiet mereka menyeberang dengan speed boat dan berlabuh di Dusun Pasapuat, Kecamatan Pagai Utara, perjalanan mereka lanjutkan dengan ojek menuju Matobe. 

Selain kedua orang itu, ada 4 warga lagi yang sama-sama menaiki boat yang berasal dari Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara. Keempat warga Saumanganya itu telah dikarantina petugas medis di Kecamatan Pagai Utara.

Sementara satu orang lagi merupakan warga Desa Sikakap inisial B (18) masuk ke Desa Sikakap Kamis (28/5/2020) pukul 02.00 WIB menumpang dengan kapal bagan atau kapal pencari ikan dari Air Haji, Pesisir Selatan.

Ketiga warga Kecamatan Sikakap tersebut dijemput di rumahnya masing-masing oleh tim Satgas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Kecamatan Sikakap.

"Dengan menumpang speed boat kami datang ke Dusun Pasapuat, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, penumpang speed boat tersebut sebanyak 6 orang, empat orang warga Desa Saumanganya yang sekarang lagi karantina mandiri di rumahnya, dan saya bersama satu orang teman S langsung pulang ke Desa Matobe dengan naik ojek sampai malam tadi Jumat (29/5/2020)," kata P kepada MentawaiKita.com, Sabtu (30/5/2020).

P mengaku tinggal di Katiet selama 2 minggu di tempat keluarganya. Kebetulan ada speed boat dari Katiet yang ingin membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Dusun Pasapuat ia pun menumpang boat tersebut. 

Sedangkan B, mengatakan selama di Air Haji Pesisir Selatan dirinya tidak pergi kemana-mana. 

“Dari Air Haji Pesisir Selatan kami berangkat Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 10.00 WIB dengan kapal bagan, kapal pencari ikan sampai ke Desa Sikakap Kamis (28/5/2020) sekitar pukul 02.00,” katanya.

Koordinator Satgas Percepatan Penangangan Penyebaran Covid-19 Kecamatan Sikakap, Erika Napitupulu, mengatakan setelah mendapat informasi dari warga setempat timnya langsung ke rumah warga yang sudah melakukan perjalanan di daerah terjangkit virus Covid-19.

Penjemputan warga di Desa Matobe didampingi oleh kepala dusun dan Kepala Desa Matobe, Silvanus dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Matobe, Rano Karno.

"Ketiga warga tersebut untuk sementara kita karantina dulu di rumah karantina Kecamatan Sikakap di lokasi Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sikakap di Depan kantor Kecamatan Sikakap, sampai nanti kita lakukan rapid test terhadap ketiga orang tersebut, kalau hasilnya negatif kemungkinan ketiga orang ini akan disuruh pulang untuk karantina mandiri di rumah selama 14 hari, dan ketiga orang ini akan kita buat surat kesanggupan melakukan karantina mandiri di rumah, kalau melanggar akan dilakukan karantina di rumah karantina Kecamatan Sikakap," kata Erika.


BACA JUGA