Sudah Dua Minggu Jaringan Telepon Selular di Madobag Mati

Sudah Dua Minggu Jaringan Telepon Selular di Madobag Mati Tower BTS di Desa Madobag, Siberut Selatan, Mentawai. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Sudah dua minggu jaringan telepon selular di Desa Madobag Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai mati karena adanya kerusakan pada tower. 

Kepala Desa Madobag, Robertus, mengatakan berdasarkan informasi yang didapatnya, penyebab matinya sinyal telepon selular di desanya karena ada kerusakan alat. "Hampir dua minggu sinyal di Madobag mati total membuat akses komunikasi masyarakat terputus dan harus turun ke muara untuk mencari informasi," kata Robertus kepada Mentawaikita.com, Kamis (28/5/2020). 

Akibat tidak adanya jaringan telepon selular, warga harus turun ke Desa Muara Siberut untul menelepon dan mengakses internet. Atau pergi ke atas bukit untuk mendapatkan sinyal dari BTS lain. "Memang untuk pelaporan bentuk Online Pemerintah Desa maupun sekolah sekolah harus turun kemuara siberut jika sudah ada jaringan 4G dimadobak pengiriman data Online tak perlu lagi dimuara siberut," kata Robertus.

Sementara pemasangan jaringan 4G di Madobag terkendala Covid-19 karena meski alatnya sudah datang namun teknisinya tidak bisa masuk Mentawai akibat adanya PSBB.

Salah seorang warga Madobag, Monika mengatakan, jaringan mati total di Madobag sudah dua minggu lebih, akibatnya komunikasi masyarakat terputus sehingga warga harus naik bukit untuk mencari sinyal.

"Sebelumnya dulu setelah ada jaringan sangat terbantu bisa berkomunikasi lancar dengan anak saya yang kuliah namun ketika jaringan mati saya harus ke bukit Rogdok dengan jalan kaki agar bisa menelepon, apa lagi saat ini dalam keadaan Covid-19,  saya wajib mengetahui informasi bagaimana keadaan mereka," kata Monika.


BACA JUGA