191 ASN dan Tenaga Kontrak Diperintahkan Kembali ke Mentawai 

191 ASN dan Tenaga Kontrak Diperintahkan Kembali ke Mentawai  Kapal ASDP yang masih beroperasi selama PSBB, diperkirakan ASN yang datang dari luar Mentawai akan menumpang kapal ini. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Aparatur  Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak yang bekerja di wilayah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan saat ini berada di luar Kabupaten Kepulauan Mentawai diperintahkan kembali untuk melaksanakan tugas di wilayah kerja di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pemanggilan ASN dan tenaga kontrak tersebut berdasarkan surat nomor 800/763/BKPSDM yang telah keluar dan ditanda tangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan pada Kamis, (28/5/2020).

“Ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi OPD saat ini dalam  menghadapi penanganan dampak Covid 19, baik dampak kesehatan, dampak ekonomi, maupun dampak sosial di tengah-tengah masyarakat pasca pemberlakuan PSBB,” kata Serieli BW juru bicara terkait kebijakan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Mentawai juga menjabat Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Bupati Mentawai.

ASN dan tenaga kontrak yang akan datang ke Mentawai dalam surat yang dikeluarkan Sekda Mentawai dipastikan memiliki surat jalan dari pejabat yang berwenang, dan memiliki hasil rapid test sebagai syarat untuk bisa melakukan perjalanan, dan setibanya di Mentawai mereka tetap melaksanakan protokol penangaan Covid-19.

“ASN yg akan masuk kantor kembali tetap akan mengikuti sejumlah protokol kesehatan termasuk hasil rapid test sebelum berangkat yang harus menunjukan non reaktif dan juga setelah sampai di Tuapeijat akan dilakukan rapid test dan juga dilakukan karantina selama 14 hari,” kata Serieli BW.

Ada sebanyak 191 ASN dan tenaga kontrak yang berada di luar wilayah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terkurung karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mentawai, Sermon Sakerebau mengatakan surat pemanggilan yang dikeluarkan tersebut semata hanya sebagai salah satu syarat agar bisa kembali ke Mentawai ditengah sedang pemberlakuan PSBB.

“Jadi sebenarnya hanya sebagai syarat bisa naik kapal, semacam SPT-lah, karena kalau tidak ada itu sulit mereka datang,” kata Sermon di kantornya.

Kata Sermon bahwa dalam penerapan Work From Home (WFH) berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Mempan) bahwa pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (WFH) itu dimana ASN tersebut ditempatkan. “Jadi WFH itu bukan di luar wilayah kerja, makanya yang bersangkutan itu harus pulang atau kembali ke wilayah kerja,” kata Sermon.

Untuk memastikan mereka benar-benar sehat dan bisa melaksanakan tugas pokoknya sebagai ASN harus melakukan swab test supaya cepat bekerja sehingga tidak mesti menunggu karantina selama 14 hari. “Kalau dia dikarantina lagi 14 ngapain dia datang ke sini,” kata Sermon.

BACA JUGA