Prihatin Nasib Teman yang Terperangkap di Padang, Mahasiswa Mentawai Galang Donasi

Prihatin Nasib Teman yang Terperangkap di Padang Mahasiswa Mentawai Galang Donasi Mahasiswa asal Matobe galang donasi dari masyarakat (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP-Mahasiswa Mentawai  asal Desa Matobe, Kecamatan Sikakap menggalang donasi untuk membantu rekan-rekannya yang tak bisa pulang kampung karena terperangkap pemberlakuan karantina lokal Kabupaten Kepulauan Mentawai selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Putri Ayu, salah satu penggerak penggalangan donasi yang juga salah satu mahasiswa asal Matobe, mengatakan cara mereka menarik donasi yakni meminta sumbangan dari masyarakat dengan meletakkan kotak sumbangan di kantor desa.

Ia berharap sumbangan itu dapat membantu meringankan beban 80 temannya yang sama-sama mahasiswa asal Matobe yang terperangkap di Padang.

"Akibat lock down sekarang ini ada sekitar 80 mahasiswa asal Desa Matobe tidak bisa pulang kampung, padahal sekarang ini tidak ada lagi kegiatan di universitas, sebab mereka semua belajar di rumah,"kata Putri Ayu, mahasiswa asal Matobe kepada MentawaiKita.com, Rabu (27/5/2020).

Putri Ayu menyebutkan uang donasi yang terkumpul nanti langsung dikirimkan kepada teman-teman mahasiswa asal Desa Matobe yang ada di Padang atau daerah lain.

Sementara Rani Wartina Sabelau, mahasiswa yang juga dari Matobe, mengatakan Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang terkurung di Padang, tapi tidak semua yang mendapatkan bantuan.

"Melihat hal itu timbul rasa prihatin kami para mahasiswa asal Desa Matobe untuk mengumpulkan donasi, agar teman-teman mahasiswa dapat melanjutkan kehidupannya, berapapun dana yang didapat itu akan dikirimkan langsung nanti melalui rekening,"katanya.

Bernadus Samaloisa, mahasiswa, mengatakan, sejak diberlakukan PSBB sekarang ini rekan-rekannya yang ada di Padang atau daerah lain tidak bisa pergi kemana-mana, mereka hanya tinggal di kos.

"Mudah-mudahan bantuan donasi yang di berikan oleh warga Desa Matobe dapat membantu kawan-kawan mahasiswa yang ada di Padang dan Sekitarnya,"katanya.

Kepala Desa Matobe, Silvanus, menyebutkan, jumlah mahasiswa asal Desa Matobe yang kuliah di Padang dan daerah lain 124 orang, yang pulang ke Desa Matobe 44 orang, sementara yang tidak bisa pulang sebanyak 80 orang.

"Terus terang saya sangat mendukung sekali kegiatan pengumpulan donasi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Desa Matobe untuk membantu teman-temannya yang terkurung di Padang dan daerah lain akibat lock down akibat Covid-19, semoga donasi yang terkumpul tersebut dapat meringankan beban teman-teman mahasiswa yang di Padang dan di daerah lain," katanya.

BACA JUGA