Berkunjung ke Katiet, Tiga Warga Saumanganya Jalani Rapid Test dan Karantina 14 Hari

Berkunjung ke Katiet Tiga Warga Saumanganya Jalani Rapid Test dan Karantina 14 Hari Petugas Puskesmas Saumanganya, Pagai Utara sedang mengambil sampel darah seorang warga Saumanganya untuk tes cepat Covid-19. (Foto: Leo/Mentawaikita.com)

MABULAUBUGGEI--Tiga warga  Mabulau Buggei Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai ditetapkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan diwajibkan menjalani karantina di rumah selama 14 hari.

Kepala Dusun Mabulau Buggei, Stewart, menjelaskan tiga orang berstatus ODP itu sebelumnya baru saja melakukan perjalanan ke Katiet di Sipora Selatan untuk keperluan pribadi menggunakan perahu mesin (boat), pada Minggu (17/5/2020) dan kembali Jumat (22/5/2020).

“Sangat disayangkan mereka tidak minta  izin  kepada pemerintah setempat dan mereka kembali juga mereka tidak melapor ke pemerintah setempat, menurut informasi yang saya terima bahwa mereka ke Dusun  Katiet, Monga Bosua, Sao dan Sagitci dan Nemnemleleu Kecamatan Sipora Selatan, di sana  sudah ada orang yang positif Corona (Covid-19), saya khawatir mana tahu mereka terjangkit pulang dari sana," ujarnya.

Setelah mendapat informasi itu, Kadus meminta bantuan Satgas Penanganan Covid-19 Pagai Utara untuk datang melakukan rapid test kepada mereka, dan Selasa (26/5/2020) sudah dilakukan, setelah itu mereka dikarantina 14 hari,” kata Stewart, Selasa (26/5/2020).

Sementara dr. Riana dari Puskesmas Saumanganya, Pagai Utara mengatakan, hasil rapid test ketiga orang tersebut non reaktif atau negatif. “Namun kita masih menunggu 10 hari lagi  dan mengulang rapid test, jika hari ke-14 hasilnya negative, mereka sehat tidak terjangkit dan mereka tidak dikarantina lagi,” katanya.

Namun jika timbul  gejala mencurigakan misal demam, batuk, flu  atau diare maka akan dilakukan rapid test ulang meski belum 10 hari. Jika ada diantara mereka  terjangkit positif Covid-19 maka keluarga dekat ataupun kerabat  yang pernah bersamanya juga akan rapid test, katanya menambahkan.

"Selama 14 hari ke depan tidak boleh dulu berinteraksi dengan orang lain apalagi di kerumunan dan juga tidak boleh keluar dari dusun ini, kalau ke ladang atau ke kebun silakan dan harus pakai masker, jika tidak mengindahkan karantina di rumah dan ada laporan yang kami terima, maka karantinanya pindah  ke Puskesmas Saumanganya atau di karantina Sikakap,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Saumanganya, Agustinus menambahkan, sesuai protokol kesehatan dan juga PSBB Kabupaten Kepulauan Mentawai bahwa orang yang datang dari luar misal dari Jakarta, Padang, Pulau Sipora ,Siberut atau dari daerah lainnya,  mereka harus dikarantina dan menjalani rapid test sesuai aturan,” katanya Selasa (26/5/2020).

Di Kecamatan Pagai Utara yang meliputi wilayah kerja Puskesmas Saumanganya  baru empat warganya yang menjalani rapid test dan berstatus ODP. Satu orang  petugas kesehatan di Puskesmas Saumanganya yang datang dari Tuapeijat Sipora Utara pada pertengahan Mei lalu dan tiga orang  lagi di Dusun Mabulau Buggei.

Puskesmas Saumanganya mendapat jatah 50 alat rapid test dari Dinas Kesehatan Mentawai dan sudah terpakai empat sehingga masih tersisa 46 unit.  "Mudah-mudah tidak ada yang terjangkit positif di Pulau Pagai Utara Selatan tetap zona hijau," ujarnya.


BACA JUGA