Gempa Kuat di Tuapeijat, Dangkal dan Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa Kuat di Tuapeijat Dangkal dan Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Sumber foto: BMKG

TUAPEIJAT-Gempa berkekuatan Magnitudo 5,0 berdasarkan analisis terbaru BMKG di Tuapeijat, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pukul 05.36 WIB, Sabtu (23/5//2020) terasa kuat dirasakan warga setempat. Sejumlah warga sempat keluar rumah menghindari kemungkinan terjadi gempa susulan, namun sesaat setelah gempa warga kembali lagi ke dalam rumah.

"Gempanya cukup kuat, dan sempat keluar rumah tapi untuk sementara aman-aman saja," kata Agus warga Kilometer 6, Tuapeijat, Sipora Utara.

Namun ada sebagian warga tidak mengetahui terjadinya gempa karena kejadiannya pada pagi sekali. "Ada terasa tapi seperti bergoyang saja rumah dan kebetulan kejadiannya pagi sekali banyak warga tidak mengetahui," kata Johan, warga Mapaddegat.

Informasi dari masyarakat daerah pinggir pantai juga seperti Mapaddegat bahwa masyarakat tidak ada yang evakuasi karena kondisi dirasa cukup aman. "Kondisi aman dan tidak ada terlihat warga yang evakuasi, terlihat seperti biasa saja," kata Silverster Toro.

Sementara dari rilis Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui WAG BMKG Sumbar, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5.0.

Jenis dan mekanisme gempa tersebut jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme naik (thrust fault). 

Menurut Rahmat, dampak gempa ini dilaporkan dirasakan III MMI di Tuapeijat (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, hingga pukul 06.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

Selain itu Rahmat juga meminta warga memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.  

BACA JUGA