Terancam Abrasi, Kuburan Warga Sikabaluan Dibongkar

Terancam Abrasi Kuburan Warga Sikabaluan Dibongkar Pembongkaran dan pemindahan kuburan masyarakat Sikabaluan akibat abrasi pantai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN -Kuburan warga Dusun Muara dan Dusun Nangnang Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terancam abrasi pantai akibat gelombang tinggi dibongkar warga untuk dipindahkan pada bagian yang kosong dan sedikit aman.

"Terpaksa kita bongkar dan kita pindahkan pada bagian yang sedikit aman dari ancaman gelombang,” kata Zulkisman, warga Sikabaluan yang mengkordinir penyelamatan kuburan masyarakat, Kamis (21/5/2020).

Lebihlanjut dikatakan Zulkisman, untuk satu jalur yang diterjang gelombang pasang air laut sudah tidak bisa diselamatkan karena sudah tertimbun dan tidak ada bekas lagi. "Lubang pusaranya sudah tidak jelas, hanya tinggal batu nisan yang tertinggal dan terhempas", katanya.

Baca juga:

Kuburan Warga Sikabaluan Hanyut Diterjang Gelombang

Untuk kuburan yang dibongkar dan dipindahkan, dikatakan Zulkisman tidak lagi dikubur satu-satu dengan jarak yang jauh, namun dikubur dengan jarak yang dekat karena tidak adanya tempat yang kosong dan aman.

"Tapi yang kita pindahkan kita ketahui identitasnya bagi pusara yang masih ada batu nisan sehingga bisa disampaikan pada pihak keluarga. Untuk yang tidak ada nama kita berbesar hati, yang jelas sudah aman untuk sementara waktu,” katanya.

Kepala Desa Muara Sikabaluan, Aprijon yang ikut memantau aktifitas pembongkaran dan pemindahan kuburan masyarakat yang sudah kena dan terancam abrasi mengatakan pihak desa akan melakukan gotong-royong bersama masyarakat untuk membuat turap dari kayu dan pohon kelapa sebagai penahan sementara.

"Besok kita akan melalukan goro bersama untuk penanggulangan awal terhadap ancaman abrasi ini karena kalau tidak ada penahan ombak maka semuanya akan rusak dan terbawa arus,” katanya.

Abrasi pantai yang terjadi di Desa Muara Sikabaluan akibat gelombang pasang air laut yang disertai angin kencang sejak Rabu (20/5/2020). Dan menurut perkiraan warga gelombang tinggi masih akan terus berlanjut hingga tiga hari ke depan. 

BACA JUGA