Kuburan Warga Sikabaluan Hanyut Diterjang Gelombang

Kuburan Warga Sikabaluan Hanyut Diterjang Gelombang Aparat Desa Muara Sikabaluan dan masyarakat memeriksa kuburan yang rusak diterjang gelombang (Foto : Bambang/MentawaiKita)

SIKABALUAN-Sebanyak 8 kuburan warga di Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai hanyut diterjang gelombang laut yang terjadi pada Kamis pagi (21/5/2020).

Akibat gelombang tinggi disertai angin kencang membuat abrasi pantai di pesisir pantai Muara Sikabaluan makin parah, khususnya areal kuburan masyarakat Dusun Muara dan Dusun Nangnang.

"Kita sudah pantau dan makin memprihatinkan kondisi kuburan warga," kata Kepala Desa Muara Sikabaluan, Aprijon pada Mentawaikita.com, Kamis (21/5/2020).

Aprijon menyebutkan akibat terjangan ombak itu satu deret kuburan habis.

"Satu deretan kuburan masyarakat di arah pantai sudah habis. Sekarang yang terancam itu deretan ke dua hingga seterusnya. Untuk deretan ke dua itu ada 15 kuburan," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta tokoh masyarakat telah memantau kondisi abrasi pantai di Sikabaluan.

"Sudah kita pantau bersama dan sangat memprihatinkan," katanya.

Pemdes Sikabaluan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Siberut Utara terkait abrasi itu.

Camat Siberut Utara, Agustinus Sab, mengatakan persoalan abrasi pantai sudah kerap dilaporkan kepada pihak kabupaten Mentawai termasuk soal ancaman kuburan masyarakat yang berada di pesisir pantai.

"Surat kita terkait ancaman abrasi dan kuburan masyarakat ini sudah dua tahun lalu hingga di musrenbang selalu kita bawa. Tidak ada solusi hingga sekarang," katanya.

Menurut keterangan masyarakat, terjangan gelombang masih akan tinggi hingga tiga hari ke depan karena musim angin Utara.

"Beruntung tanggul yang dibuat tahun lalu itu diutamakan untuk bagian pemukiman masyarakat, kalau tidak rumah masyarakat akan hancur," kata Ahmad Husin, warga Dusun Muara yang juga wakil ketua BPD Muara Sikabaluan. 

BACA JUGA