Polisi Tetapkan Seorang Kades di Mentawai Tersangka Kasus Pornografi

Polisi Tetapkan Seorang Kades di Mentawai Tersangka Kasus Pornografi Ilustrasi pixabay.com

TUAPEIJAT-Kepolisian Resor Kepulauan Mentawai menetapkan AN, seorang kepala desa di Kecamatan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai tersangka karena diduga melanggar Undang-Undang No. 4/2008 tentang Pornografi. Penetapan tersangka sudah dilakukan sejak Jumat, (15/5/2020).

AN ditetapkan tersangka atas perbuatan yang secara sengaja meminta seorang anak perempuan berusia 14 tahun memegang kelaminnya di sebuah rumah di Brambang, suatu tempat yang ada di Sikabaluan, Siberut Utara pada Kamis, (14/4/2020), kemudian dilaporkan ke Polsek  Sikabaluan pada Selasa, (5/5/2020) dengan dugaan melanggar perlindungan anak.

“Dia sudah kita tetapkan sebagai tersangka, bahwa tersangka benar mengakui perbuatannya dan kita menyangkakan Undang-Undang Pornografi dengan acaman hukuman 4 tahun penjara, dan saat ini kita sudah membuat surat pemberitahuan dimulainya penyidikan untuk dikirimkan kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum),” kata Iptu Irmon, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai pada Senin, (18/5/2020).

Awalnya terhadap tersangka diduga melanggar pasal perlindungan anak namun tidak ditemukan adanya perbuatan pencabulan. “Karena disaat kejadian tersangka tidak melakukan tindakan seperti mencium atau meraba tubuh korban sehingga kita kenakan Undang-Undang Pornografi,” kata Iptu Irmon.

Ditambahkan Iptu Irmon, tersangka dikenakan Pasal 32 jo Pasal 37, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2008  Tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Pasal 37 itu karena korbannnya adalah anak ditambah sepertiga dari pasal pokok, kalau pasal perlindungan anak tidak kita masukkan karena tidak ada kita temukan perbuatan yang dilakukan tersangka,” ucap Kasat Reskrim.

Saat ini polisi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Tersangka mengajukan permohonan untuk tidak ditahan serta jaminan dari pihak yang menjamin bahwa tersangka tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, namun tersangka wajib lapor setiap hari ke Polres Mentawai dan tidak boleh keluar dari Tuapeijat.

“Sebenarnya menurut hukum dia bisa ditahan, berdasarkan keyakinan penyidik tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan alat bukti, kita mengabulkan untuk tidak melakukan penahanan,” kata Iptu Irmon.

Kasus pelanggaran Undang-Undang Pornografi yang menjerat oknum kades di salah satu desa di Siberut Utara itu tersebut bermula pada Kamis, (14/4/2020), kepala desa tersebut ke rumah korban yang tinggal bersama pamannya, pelaku mengajak korban tersebut untuk membeli ayam yang akan dimasak, dalam perjalanan mereka singgah sementara di sebuah rumah di Brambang, Sikabaluan, karena cuaca gerimis.

Saat sedang berhenti, tersangka memperlihatkan telepon selularnya kepada korban yang sudah lama dikenalnya tersebut dimana ternyata tersimpan sebuah video porno. Pada saat korban tersebut membuka telepon selular yang diberikan kemudian tersangka membuka resleting celananya dan mengeluarkan kelaminnya, lalu menyuruh anak tersebut memegang, anak tersebut tidak mau dan pergi ke sepeda motornya yang parkir. 

BACA JUGA