Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kades Menunggu Koordinasi Polres Mentawai

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Kades Menunggu Koordinasi Polres Mentawai Ilustrasi

SIKABALUAN-Pihak kepolisian sektor (Polsek) Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang oknum kepala desa di Mentawai menunggu hasil kordinasi dari polres Mentawai. Hal ini dikatakan Kapolsek Sikabaluan, Iptu Umar Yani pada Mentawaikita.com, Sabtu (9/5/2020).

"Baru selesai diminta keterangan terduga. Akan disampaikan pada Polres Mentawai untuk langkah selanjutnya karena kasus perlindungan perempuan dan anak ada ditingkat polres langsung,” katanya.

Baca juga:

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Lebih lanjut dikatakan Umar Yani, dari keterangan terduga yang berinisial AN, diakui bahwa ia meminta korban A (16) (sebelumnya keterangan polisi umur korban 18 tahun-Red) untuk melakukan hal tak senonoh. "Pengakuan terduga hanya sebentar. Dan tidak sampai melakukan hubungan badan, katanya,” katanya

Dikatakan Umar, saat terduga AN meminta A untuk bertemu kondisi A sedang dalam datang bulan atau haid. "Memang dari hasil diagnosa visum dokter mengatakan tidak ada yang rusak atau lecet pada alat vital korban", katanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum kepala desa di Mentawai ini bermula dari laporan korban di Polsek Sikabaluan pada 5 Mei 2020. Atas laporan tersebut pihak polsek melakukan pemanggilan pada terlapor atau terduga pada keesokkan harinya. 

"Terduga sedang sakit sehingga dirawat di puskesmas sehari dan rawat jalan. Baru hari ini bisa diminta keterangannya", katanya.

BACA JUGA