Pemdes Tuapeijat Sudah Lama Peringatkan Warga Tak Dirikan Bangunan Dekat Pantai

Pemdes Tuapeijat Sudah Lama Peringatkan Warga Tak Dirikan Bangunan Dekat Pantai Salah satu rumah warga yang berada di bibir pantai di Desa Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai. Rumah-rumah tersebut terancam abrasi. (Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Kerusakan rumah warga yang kerap terjadi akibat terjangan gelombang tinggi di sepanjang jalur bibir pantai di dua dusun Kilometer 0, Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai, Kamis 7/5/2020)  bukan hanya terjadi kali ini saja namun sudah sejak lama terjadi.

Kepala Desa Tuapeijat, Pusuibiat Taikatubut Oinan menjelaskan terkait hal ini sebenarnya Pemerintah Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara sudah lama memperingatkan warga untuk tidak mendirikan bangunan di dekat bibir pantai karena memang antisipasi ancaman bencana yang tidak dapat diduga terjadi.

"Sudah sangat lama diberitahukan kepada warga bahkan sejak kepala desa pertama juga mengingatkan untuk tidak mendirikan bangunan selain menjaga keindahan juga mengantisipasi ancaman bencana seperti ambrasi atau gelombang," katanya pada Jumat, (8/5/2020).

Alasan itu juga pihak desa tidak mendukung pengurusan sertifikat tanah di area itu karena daerah itu sangat rawan dari bencana. "Kita sudah berdiskusi dengan pak camat, harapan kita mereka ini bisa direlokasi, berat memang dilakukan tapi di sisi lain bencana mengancam ini untu keselamatan," kata Pusuibiat.

Pantauan Mentawaikita.com di lokasi kejadian masih ada bangunan baru yang didirikan persis di dekat bibir pantai dan juga salah satu bangunan yang kena terjangan gelombang.

Data rumah warga yang terkena dampak terjangan gelombang tinggi berdasarkan rilis Pusdalop BPBD Mentawai ada dua dusun yakni Dusun Cam dan Dusun Kampung. Dusun Cam rumah rusak berat 6 unit, rumah rusak berat 6 unit, Dusun Kampung rumah rusak berat ada 4 unit kemudian perahu nelayan yang rudak ada 9 unit. 

BACA JUGA