Pemda Mentawai Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Siberut

Pemda Mentawai Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Siberut Banjir yang menggenangi pemukiman warga di Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Mentawai, Sabtu (2/5/2020). (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menetapkan status tanggap darurat bencana selama 10 hari di daerah terdampak banjir di Siberut diantaranya di enam desa di Siberut Utara, beberapa desa di Siberut Selatan, Siberut Tengah dan Siberut Barat Daya.  

Banjir yang terjadi sejak Jumat (1/5/2020) hingga Sabtu  (2/5/2020) telah membuat banyak warga terdampak. Langkah yang dilakukan Pemda Mentawai akan menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir.

“Malam ini (Sabtu, 2/5/2020), kalau tidak ada kendala dan tidak terkendala cuaca dua kapal antar pulau akan bawa bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak banjir ke Siberut,” kata Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, juga sebagai Ketua Tim Tanggap Darurat Penanganan Banjir di Siberut, Sabtu (2/5/2020).

Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Siberut berupa beras dan jenis bantuan makanan lainnya. Daerah yang terkena dampak banjir cukup parah yakni di Desa Bojakan, Desa Sotboyak, Desa Malancan, Desa Sikabaluan, Desa Monganpoula, sebagian daerah di Desa Saibi Samukop, Desa Matotonan, Desa Madobag, dan Desa Sagulubbeg.

Peristiwa banjir yang terjadi di Siberut kali ini ada sebagian wilayah yang terkena dampak banjir sangat parah yang mencapai 2 meter atau mencapai atap rumah seperti di Bojakan, Monganpoula, dan atas kejadian tersebut telah mengakibatkan banyak harga benda masyarakat yang hanyut dan tanaman warga yang rusak. 

BACA JUGA