Nekat Ingin Pulang, Roesmanhadi Mengaku Ortunya Meninggal

Nekat Ingin Pulang Roesmanhadi Mengaku Ortunya Meninggal Roesmanhadi saat ditanya Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Siberut Utara, Mentawai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Roesmanhadi (21), warga Sirilanggai Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai nekat pulang ke kampung halamannya dari Padang saat pemerintah sedang memberlakukan karantina wilayah.

Agar bisa menumpang di KMP. Gambolo dari Pelabuhan Bungus Padang menuju Pelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan, Roesmanhadi membohongi petugas kapal dan petugas keamanan di Pelabuhan Bungus dengan mengaku bahwa kedua orangtuanya meninggal.

"Berdasarkan laporan yang kita terima dari Pelabuhan Bungus bahwa Roesmanhadi ini mengaku ibunya meninggal tanggal 15 April 2020 dan ayahnya meninggal sebulan yang lalu. Makanya ia minta sama petugas agar diizinkan pulang," kata Camat Siberut Utara, Agustinus Sab selaku Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kecamatan Siberut Utara pada Mentawaikita.com, Selasa (21/4/2020).

Roesmanhadi ketahuan mengelabui petugas saat Satgas melakukan pengawasan dan pengecekan semua penumpang dan ABK KMP. Gambolo yang datang dari Pelabuhan Bungus ke Pelabuhan Pokai pada Selasa (21/4/2020).

Saat dalam proses pemeriksaan dengan menurunkan semua penumpang satu persatu untuk dicek suhu badan dan menyesuaikan data manifest kapal, tiba-tiba Roesmanhadi turun dari kapal dan mengaku pada petugas bahwa dia hanya menjemput barang di kapal.

Mendengar pengakuannya bahwa bukan dari Padang dan hanya menjemput barang, pihal keamanan datang dan mempertanyakan kenapa bisa langsung naik kapal untuk jemput barang, sementara masih proses penurunan penumpang.

"Setelah ditanya, dicek ternyata namanya Roesmanhadi yang mengaku kedua orangtuanya meninggal. Ternyata yang menjemput dia di Pelabuhan Pokai bapak kandungnya sendiri," kata Agustinus.

Oleh Satgas, Roesmanhadi diminta menunggu di Posko Relawan Lawan Covid-19 Desa Muara Sikabaluan di Pelabuhan Pokai bersama bapaknya untuk diminta keterangan lebihlanjut karena Satgas masih melakukan pengecekan penumpang, pengukuran suhu badan,  penyemprotan mobil dan barang yang didatangkan dari Padang.

"Ia minta izin ambil barang di kapal. Namun setelah ditunggu ternyata dia langsung pulang bersama bapaknya ke Sirilanggai tanpa izin petugas,” kata petugas Posko Relawan Lawan Covid-19 Desa Muara Sikabaluan.

Setelah Satgas saling koordinasi, Roesmanhadi dijemput ke Sirilanggai dan dipulangkan kembali ke Padang dengan KMP. Gambolo pada sore, Selasa (21/4/2020). Kedua orangtuanya pun diketahui tidak meninggal. 

BACA JUGA