Tak Ada Dana Antisipasi Corona, Tim Gabungan Sikakap Beriuran dan Pakai ADD

Tak Ada Dana Antisipasi Corona Tim Gabungan Sikakap Beriuran dan Pakai ADD Erijon Sikumbang Kasi Logistik Mentawai lagi menyerahkan bantuankepada Tim Gabungan Muspika Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Tidak ada dana dan Alat Pelindung Diri (APD) Tim gabungan Muspika Kecamatan Sikakap terpaksa beriuran untuk melakukan kegiatan sosialisasi, pemeriksaan suhu tubuh, pengadaan cairan disinfektan untuk penyemprotan rumah ibadah, sarana umum dan perkantoran, serta alat untuk pencuci tangan penumpang kapal baik yang datang dari Tuapejat ke Sikakap, maupun dari Padang. Hal itu terungkap dalam rapat kordinasi di aula pertemuan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sikakap bersama Tim Gabungan Kecamatan Sikakap cegah penyebaran virus corona (Covid-19) 

"Tidak ada dana dalam melakukan kegiatan seperti sosialisasi pencegahan Covid 19, pemeriksaan suhu tubuh penumpang kapal, dan kegiatan penyemprotan, serta tidak adanya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim, jangan tunggu ada anggota tim Gabungan Muspika Kecamatan Sikakap pencegahan Covid-19 baru datang APD nya, sebab kami bertatapan langsung dengan masyarakat," kata Fran Karel, anggota Tim Gabungan Muspika Kecamatan Sikakap Pencegahan Covid-19, Sabtu (28/3/2020)

Kapolsek Sikakap Iptu Hendri menambahkan karena tidak ada dana mereka dari tim gabungan Muspika Kecamatan Sikakap Cegah penyebaran Covid 19 terpaksa beriuran untuk membeli barang-barang kebutuhan untuk kegiatan antisipasi penyebaran virus Covid 19 seperti tengki semprot, cairan desinfektan, sabun pencuci tangan, dan airnya yang disediakan waktu kapal penumpang masuk ke Desa Sikakap seperti MV Mentawai Fast, KMP Ambu-Ambu dan KMP Gambolo serta kapal antar pulau dari Tuapejat ke Desa Sikakap.

Erika Napitupulu, Bagian Promosi kesehatan Puskesmas Sikakap mengatakan Tim Gabungan Muspika Kecamatan Sikakap pencegahan Covid 19 sudah mulai malakukan kegiatan sejak Selasa (17/3) kegiatan dimulai dari sosialisasi tentang Covid 19 dan cara bagaimana antisipasinya.

Tidak ada APD seperti masker dan baju karet, untuk melakukan kegiatan penyemprotan terpaksa harus memakai baju mantel hujan dari plastik. "Harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai kalau bisa dapat membantu anggaran dan  penyediaan APD supaya tim gabungan muspika kecamatan Sikakap pencegahan Covid 19 tidak tertular Covid 19, sebab kami langsung berhadapan dengan masyarakat," katanya.

Kepala Desa Sikakap San Andi Iklas, mengatakan, untuk melakukan kegiatan antisipasi penyebaran Covid 19 Desa Sikakap terpaksa harus mengunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD) untuk beli baju mantel hujan plastik dan biaya makan untuk kegiatan penyemprotan. “Berapa besar dananya belum bisa dirinci berapa besarnya, sebab kegiatan masih tetap berlanjut,” katanya.

Ruben Simarmata, Stap Pelayanan Dinas Kesehatan Mentawai mengatakan, dalam dana ADD ada 5 persen dari total dana untuk kesehatan. “Dana tersebut bisa digunakan dulu untuk antisipasi kegiatan pencegahan Covid 19,”katanya.

Sementara Erijon Sikumbang, Kasi logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengatakan, masalah keluhan APD dan dana akan disampaikan dalam rapat kordinasi nanti dengan pak Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dalam kesempatan itu BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan bantuan 1 unit Tengki semprot lengkap denfan cairan, sementara Dinas Kesehatan memberikan bantuan 1 unit alat pengukur suhu tubuh. 

Tim Gabungan Muspika Kecamatan Sikakap pencegahan Covid 19 terdiri dari Pemerintah Kecamatan Sikakap, Polsek Sikakap, Koramil Sikakap, Kamla Sikakap, UPP Kelas III Sikakap, UPTD Perhubungan Sikakap, Puskesmas Sikakap, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Sikakap, Pemerintah Desa Sikakap, Damkar Sikakap, dan Satpol-PP.

Sementara Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 Kabupaten Kepulauan Mentawai yang hadir dalam rapat kordinasi yakni Erijon Sikumbang, Kepala seksi logistik BPBD Mentawai, Armen Kepala Seksi kedaruratan BPBD Mentawai, Zakirman Sekretaris Pertanian, Ruben Simarmata stap Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Mentawai, Lazarus Stap Perindakop Mentawai, Parlin Siahaan stap periwisata, Narja Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Mentawai, dan Kopda B.Lase anggota Dandim Kabupaten Kepulauan Mentawai.


BACA JUGA