Seorang Balita Jadi ODP Covid-19 di Sikakap

Seorang Balita Jadi ODP Covid19 di Sikakap Petugas Puskesmas Sikakap sedang mendata penumpang yang baru turun kapal di Pelabuhan Sikakap, Mentawai. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Sesuai penyaringan yang dilakukan Tim Gabungan Kecamatan Sikakap di KMP Gambolo, Minggu (22/3/2020) lalu, terdapat satu orang balita berstatus Orang Dalam Pemantauan Covid-19 (Coronavirus Disease-19). Balita tersebut bersama keluarga baru pulang dari Medan, Sumatera Utara dan mengalami demam tinggi serta pilek.

"Penyaringan yang dilakukan tim gabungan Kecamatan Sikakap Minggu (22/3/2020) di KMP Gambolo terdapat satu balita umur sekitar 1 tahun yang baru pulang dari Medan, waktu diperiksa suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celcius, mengalami batu dan pilek tapi tidak sesak napas," kata Antoni Martin, Kepala Puskesmas Sikakap, Selasa, 24 Maret.

Menurut Antoni, tim Puskesmas Sikakap saat ini terus memantau perkembangan kesehatan balita tersebut. "Selain balita tersebut dalam penyaringan hari Minggu lalu terdapat juga 25 warga Pagai Utara Selatan (PUS) yang melakukan perjalanan di luar Sumatra Barat, 25 orang tersebut disuruh untuk menisolasi diri sendiri di dalam rumah," katanya.

Erika Napitupulu, bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Sikakap mengatakan, agar Covid-19 tidak tersebar di Pulau Pagai maka perlu kerja sama semua pihak terutama masyarakat.

"Untuk mengetahui data kedatangan penumpang di setiap kapal penumpang sekarang ini kita lagi mendata secara manual penumpang tersebut, supaya kita mengetahui dari mana mereka datang, bagi yang datang dari daerah terjangkit mereka disuruh isolasi diri sendiri di rumah selama 14 hari, sebab Covid-19 menunjukkan gelaja di hari ke-5 bila seseorang telah terkena virus Corona seperti batuk, pilek dan terakhir sesak napas, karena balita tersebut dirawat di rumah kita dari pihak Puskesmas Sikakap selalu memantau kesehatan balita tersebut dengan cara datang ke rumahnya," katanya.

Pemeriksaan ketat penumpang kapal yang berlabung di Dermaga Sikakap, Pulau Pagai Utara sudah diberlakukan sejak beberapa hari lalu yang dilakukan tim gabungan Puskesmas Sikakap, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Sikakap, dan dikawal polisi, TNI, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sikakap, UPTD Dinas Perhubungan Sikakap, Pemerintah Kecamatan Sikakap, dan Pemerintah Desa Sikakap.

Selain mengukur suhu tubuh penumpang yang baru dating, mereka juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun. Tim juga mendata kedatangan penumpang.

"Masalah Covid 19 sudah menjadi masalah dunia, tidak hanya Indonesia penyebarannya begitu cepat, agar kegiatan pemeriksaan suhu tubuh penumpang yang datang dari Padang ke Desa Sikakap berjalan lancar, kewajiban kita sebagai pihak keamanan adalah melakukan pendampingan kepada tim medis yang terdiri dari Puskesmas Sikakap dan KKP kelas II Sikakap," kata Peltu Dwi H, Kamla Sikakap, Rabu (25/3/2020).

Sementara Kapolsek Sikakap, Iptu Hendri, mengatakan pihaknya ikut menjaga kemanan dan ketertiban selama proses penanggulangan pandemic Covid-19. "Ini adalah pekerjaan sosial, semua pihak harus ikut serta dalam menyukseskan program pemerintah ini, supaya korban bisa ditekan sedikit mungkin," katanya.

ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut. Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.


 


BACA JUGA