Jumlah ODP Covid-19 di Mentawai Bertambah Menjadi 10 Orang

Jumlah ODP Covid19 di Mentawai Bertambah Menjadi 10 Orang Pemeriksaan suhu tubuh penumpang dari Padang oleh petugas Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai di Tuapeijat (Foto : Patrisius/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT—Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai bertambah menjadi 10  orang pada Senin (23/3/2020) setelah sebelumnya pada Sabtu (21/3/2020) hanya 9 orang.

Jumlah yang masuk dalam daftar ODP tersebut ada di Desa Sipora Jaya 4 orang, Desa Tuapeijat ada 5 orang dan Siberut 1 orang.

“Jumlahnya ada 10 orang, Sembilan orang telah melakukan perjalanan kemudian mengalami gejala, kemudian 1 kontak dengan risiko rendah di Jakarta, jadi kita pantau dalam 14 hari, setelah melewati masa pemantauan kita keluarkan surat yang menyatakan tidak lagi dalam ODP,” kata Lahmuddin Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus juru bicara perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 (Corona Disease-19) di Mentawai.

Data terbaru yang masuk, kata Lahmuddin merupakan data per 22 Maret 2020. Dia juga menjelaskan OPD yang ada saat ini merupakan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. 

“Mereka mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan tetapi tanpa sesak nafas, kalau sesak nafas masuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dan untuk saat ini di Mentawai PDP tidak ada,” kata Lahmuddin.

Lahmuddin berharap kepada masyarakat dengan sadar dapat memberitahu kepada petugas jika baru pulang dari daerah terjangkit. 

“Cara memantau atau mendapatkan informasi ODP, masyarakat harus memberi tahu juga dia berasal dari daerah terjangkit kemudian kita catat, dan dipantau selama 14 hari, kalau dia tidak jujur maka kita akan kesulitan maka kita berharap ada kerelaan kita semua untuk melaporkan diri demi kebersamaan kita,” katanya.

Pada intinnya, kata Lahmuddin, jika ditemukan ada gejala atau ada PDP akan segera ditangani. “Ini dilaporkan tergantung situasinya, kalau masuk PDP pada saat itu ditemukan juga hari itu juga harus ditangani cepat atau dirujuk ke Padang, intinya juga kita waspada, Alat Pelindung Diri (APD) kita baru masker, kemudian APD menolong sedang kita pesan, karena yang menangani itu di Padang karena kita tidak bisa kalau pun ada itu isolasi sementara saja menunggu 24 jam kita didorong ke Padang,” kata Lahmuddin.

Pada hari Senin, (23/3/2020) instansi yang masuk dalam gugus tugas diantaranya Polisi, TNI, Dinkes, BPBD Mentawai, Dinas Perhubungan melakukan kerja sama dalam penangan penyebaran virus corona dengan melakukan pengecekan suhu tubuh bagi penumpang yang tiba di Tuapeijat baik kapal Mentawai Fast mau pun kapal milik ASDP.

Juga dilakukan penyemprotan disinfektan pada tubuh penumpang dan barang bawaan penumpang, juga penyemprotan bagian dalam dan luar kapal yang mengangkut penumpang.

Tak hanya pemeriksaan suhu tubuh juga pihak gugus tugas menyediakan tempat cuci tangan di area pelabuhan bagi penumpang yang bepergian dari dan ke Mentawai. Pemeriksaan juga tak hanya bagi penumpang dari Padang tetapi juga bagi penumpang yang menggunakan jasa antar pulau yang ke Sikakap mau pun Siberut. 


BACA JUGA