Cegah Penyebaran Corona, Bupati Mentawai Minta ASN dan Tenaga Kontrak dalam Kondisi Tertentu Kerja di rumah

Cegah Penyebaran Corona Bupati Mentawai Minta ASN dan Tenaga Kontrak dalam Kondisi Tertentu Kerja di rumah Surat Edaran Bupati Mentawai terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19 (Foto : MentawaiKIta.com)

PADANG-Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Dalam surat edaran nomor 443.2/156/ BUP tertanggal 18 Maret 2020 itu, Bupati Mentawai meminta kepada kepala perangkat daerah dan kepala desa agar menetapkan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak serta aparatur desa di lingkungan Pemda Mentawai yakni bagi ASN dan tenaga kontrak dalam kondisi tertentu dapat melaksanakan tugas kedinasan di rumah (work from home) masing-masing sampai dengan tanggal 31 Maret 2020.

Kriteria ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa dengan kondisi tertentu yakni berusia 50 tahun ke atas, sedang hamil, sedang menyusui, memiliki riwayat penyakit kanker, darah tinggu, gangguan jantung, gangguan ginjal, penderita diabetes, atau dalam kondisi demam, pilek, batuk, sesak napas dan gejala gangguan kesehatan lainnya.

ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa yang baru kembali dari luar negeri atau dari luar daerah Provinsi Sumatera Barat dalam kurun waktu 14 hari terakhir agar segera dilaporkan kepada gugus tugas melalui dinas kesehatan untuk selanjutnya dimasukkan dalam daftar orang dalam pemantauan (OPD) oleh petugas kesehatan selama 14 hari terhitung sejak kepulangan kembali ke wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan yang bersangkutan dapat ditetapkan sebagai ASN yang dapat bekerja dari rumah dan diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga : Bupati Menilai Sekolah di Mentawai Belum Perlu Diliburkan

                    Pelaku Pariwisata di Mentawai Wajib Melakukan Pengecekan Suhu Tubuh Wisatawan

ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa yang dalam kondisi tertentu dan baru melakukan perjalanan dari luar negeri atau dari luar daerah Provinsi Sumbar ditetapkan dengan surat tugas dari bupati bagi pejabat eselon II, sekretaris daerah bagi pejabat administrator, pengawas dan pelaksanaan di lingkungan sekretaris daerah, kepala perangkat daerah bagi pejabat administrator, pengawas dan pelaksanaan di lingkungan perangkat daerah bersangkutan, camat bagi ASN, tenaga kontrak di lingkungan kecamatan, kepala desa bagi aparatur desa dan ketua DPRD bagi pimpinan dan anggota DPRD.

Segala hal bagi ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa selama bekerja dari rumah tetap dibayarkan penuh termasuk pembayaran tambahan penghasilan bagi PNS.

Seluruh ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa diminta membatalkan perjalanan dinas terutama ke luar wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai sampai tanggal 31 Maret 2020.

ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa juga diminta membatalkan seluruh agenda rapat kerja yang menghadirkan jumlah peserta lebih dari 20 orang serta mendatangkan narasumber atau peserta dari luar wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai sampai dengan 31 Maret 2020.

Penyelenggaraan rapat-rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas agar memaksimalkan pemanfaatan media teknologi melalui rapat online.

ASN, tenaga kontrak dan aparatur desa sedapat mungkin menghindari diri untuk saling bersalaman atau bersentuhan satu sama lain dan tetap menjaga jarak antara satu sama lain hingga lebih dari 1 meter.

Penggunaan mesin kehadiran elektronik untuk sementara dihentikan dan diganti dengan menggunakan daftar hadir manual  serta meniadakan apel pagi dan sore serta upacara hari besar nasional sampai tanggal 31 Maret 2020. Menerapkan standar kebersihan tubuh, terutama tangan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Untuk informasi perkembangan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Mentawai, Bupati Mentawai menunjuk dua orang juru bicara yakni Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmudin Siregar untuk informasi perkembangan penanganan pencegahan dan konfirmasi kasus terjangkit dengan nomor handphone atau whatsapp 081374528586. Kemudian Serieli BW, Kabag Humas Mentawai untuk informasi terkait dengan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Daerah Dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan nomor handphone atau whatsapp 081374954774.


BACA JUGA