Dua Lokal Rusak Berat,  Siswa di Mentawai Belajar Perpustakaan dan Ruang Kepala Sekolah

Dua Lokal Rusak Berat  Siswa di Mentawai Belajar Perpustakaan dan Ruang Kepala Sekolah Ruang sekolah yang sudah bolong dan lapuk. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP- Akibat ruang belajar rusak berat di SDN 17 Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, membuat siswa kelas 1 belajar di ruang pustaka dan siswa kelas 2 belajar di ruang kepala sekolah yang terletak di Dusun Sikautek.

Ruang kelas 1 dan 2 berada dalam satu bangunan dimana bangunannya setengah permanen, kayu pada dinding sudah banyak yang lapuk, atap seng banyak yang bocor akibat dimakan usia, bahkan ada beberapa lembar seng yang sudah lepas dari plafonnya akibat ditiup angin.

Plafon di dua lokal tersebut sudah berjatuhan, tiang bangunan banyak yang sudah lapuk akibat dimakan usia. "Sejak semester pertama siswa kelas 2 belajar di ruang kepala sekolah, siswa kelas 2 berjumlah 15 orang," kata Betha Ria, Guru Kelas 2 SDN17 Taikako, kepada Mentawaikita.com, Jumat (6/3/2020).

Betha Ria menyebutkan, pindahnya siswa kelas 2 belajar keruang kepala sekolah disebabkan bangunan kelas 1 dan 2 tidak layak lagi untuk di gunakan belajar. “Takut nanti tiba-tiba terjadi gempa waktu bejalar bangunan rubuh sehingga menimpa kepala siswa hal ini bisa jatuh korban jiwa, begitu juga dengan sengnya kalau datang angin kencang seng berbunyi seakan-akan lepas dari kayu, buktinya sekarang banyak seng yang sudah lepas dari tempatnya," katanya.

Sementara Deni Nengsi Wati, guru kelas 1 mengatakan, belajar di ruang pustaka sudah ada satu tahun, hal ini disebabkan karena ruang belajar kelas 1 tidak layak lagi di tempati. "Harapan kami agar dua lokal SDN 17 Taikako ini dapat diperbaiki secepat mungkin sebelum ada jatuh korban anak-anak atau guru, sebab sekarang ini walaupun dikosongkan masih banyak anak-anak yang bermain atau lewat di bangunan tersebut,"katanya.

Roder Karlina, guru kelas 3 mengatakan, ruang kelas 3 bersebelahan letaknya di ruang kelas 2, takutnya kalau bangunan kelas 2 rubuh tentu akan menimpa bangunan kelas 3 dimana bangunan kelas 3 juga setengah permanen.

"Bangunan kelas 3 dibuat tahun 2019 sementara ruang kelas 1 dan 2 sekitar tahun 1982, kalau dilihat bangunannya sudah waktunya bangunan tersebut di buat baru, kalau memang ada rencana Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai mau merelokasi SDN 17 Taikako ketempat yang jauh dari pantai, tolong secepatnya, kalau tidak sebaiknya ruang kelas1 dan 2 secepatnya di perbaiki dengan cara membangun ruang kelas baru sebelum ada korban jiwa anak-anak atau guru," katanya. 


BACA JUGA