Terserang Penyakit, 6.000 Babi di Sipora Mati

Terserang Penyakit 6000 Babi di Sipora Mati Ilustrasi

TUAPEIJAT—Sekira 6.000 ekor babi ternak di Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai mati akibat penyakit dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2020. 

Dari 13 desa yang ada di Sipora Utara dan Sipora Selatan, sembilan desa sudah terkena wabah penyakit babi yakni Desa Matobe, Mara, Tuapeijat, Sipora Jaya, Bukit Pamewa, Goiso Oinan, Betu Monga, Bosua, dan Saureinuk.

"Pertama sekali diketahui adanya babi mati pada Minggu (12/2/2020) di Desa Tuapeijat, kita mendapat informasi dari pemerintah langsung mendatangi lokasi," kata Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, Minggu (23/2/2020). 

Menurut Kortanius, pembawa penyakit babi tersebut dari daging babi yang didatangkan para pedagang dari luar Kabupaten Kepulauan Mentawai menjelang Natal akhir tahun lalui. Daging-daging tersebut dibawa dengan kapal ikan, dimasukkan dalam fiber agar tidak dicek di Balai Karantina Pertanian.

Namun Kortanius menjamin, penyakit tersebut hanya pada babi dan tidak akan menular ke hewan lain apalagi manusia.

Untuk mencegah agar penyakit babi tak menyebar ke Pulau Siberut dan Pagai Utara Selatan, Pemda Mentawai melarang pengiriman daging babi segar dari Sipora ke kedua pulau tersebut.  "Kepada masyarakat jangan takut kalau mau mengkonsumsi daging babi asalkan terlebih dulu baging babi tersebut dimasak di atas suhu 70 derajat Celcius, sebab virus penyakit babi tersebut akan mati kalau sudah dimasak," katanya.


BACA JUGA