Korban Yang Ditebas Leher Butuh Bantuan Biaya Perawatan

Korban Yang Ditebas Leher Butuh Bantuan Biaya Perawatan Parmono masih dirawat di RSUP. M. Djamil Padang. (Foto istimewah)

PADANG- Parmono Saogo (21) , warga Dusun Mapoppu, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan yang menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak di kenal di depan showroom kawasaki, Jalan Sutomo,  Marapalam, Kecamatan Padang Timur membutuhkan biaya perawatan di RSUP. M. Djamil Padang sebanyak Rp12.799.400, setelah lehernya yang kena tebas dioperasi.

Hengki Sihotang (21) teman korban yang juga menjaganya di rumah sakit menuturkan saat ini kondisi korban sudah bisa makan, minum dan bisa diajak bicara namun yang menjadi kendala adalah biaya pengobatan korban sebanyak 12.799.400.

Berita Terkait

Warga Mentawai Jadi Korban Tebasan Leher di Padang

Korban Pembacokan Leher Dengan Samurai Sudah Mulai Membaik

“Sampai saat ini biaya yang terkumpul untuk pengobatannya sudah ada Rp2,4 juta, itu berasal dari Jeppi di Tuapeijat senilai Rp2 juta yang dikirim melalui rekening dan Rp400 dari pemuda Mentawai yang tinggal di Padang dan kami juga masih mencari bantuan dari pemerintah. Jika ada yang mau menyumbangkan untuk Parmono Saogo bisa lewat rekening BRI 5466.0101.348753.9 atas nama Harlen Saogo, Harlen  itu merupakan adik sepupu dari, korban,” ujarnya, Rabu (19/2/2020)

Kejadian itu terjadi sekira pukul 02.00 WIB dinihari, Minggu (16/2) saat itu Parmono Saogo bersama temannya korban Hengki Hotang (21 keluar rumah untuk mencari makan dengan jalan kaki di wilayah Marapalam, Kecamatan Padang Timur. "Saat itu ada dua kendaraan roda dua datang dari Lubuk Begalung menuju arah Simpang Haru, mereka ada empat orang, kemudian mereka hendak menabrak kami, tapi kami berdua melompat ke trotoar itu tepatnya dijalan Sutomo," tutur teman korban Hengki Hotang.

Kemudian kata Hengki, korban Parmono menoleh melihat kendaraan, lalu satu pengendara memakai Honda Beat warna biru kembali ke arah mereka lalu orang yang dibonceng mengibaskan samurai ke arah mereka.

"Parmono kena kibas samurai bagian leher kirinya, sedangkan saya saat itu langsung menunduk, lalu saya lihat tangan Parmono yang memegang lehernya berdarah, kemudian saya perhatikan lagi ternyata lehernya sudah luka-luka. Beruntung ada pengendara yang lewat di lokasi kejadian langsung membawa kami ke Bidan Cicik yang ada dekat lokasi, namun pada pukul 03.00 WIB, Parmono di rujuk ke RSUP M. Djamil Padang," terangnya.

Setelah korban diantarkan ke Poliklinik Bidan Cicik langsung melapor ke Polsek Padang Timur yang tidak jauh dari lokasi Poliklinik tersebut. 

Menurut Hengki dia tidak tahu kesalahan, tiba-tiba saja orang tak dikenal tersebut menyerang mereka. Hengki sendiri tinggal di kawasan Marapalam, bekerja sebagai kuki bangunnan, sedangkan korban tinggal di kawasan Ampang, bekerja di tempat cucian mobil


BACA JUGA