Warga Pujaringan Kesulitan Air Bersih

Warga Pujaringan Kesulitan Air Bersih Pemukiman baru warga Pujaringan, Kecamatan Pagai Utara (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

PUJARINGAN—Warga Dusun Pujaringan, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berjumlah sebanyak 77 Kepala Keluarga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Pujaringan, Kurnia Sapalakkai, mengatakan sejak mereka direlokasi pasca bencana tsunami 2010, mereka mulai kesulitan air. sebelumnya rumah warga di hunian tetap (huntap) berada di ketinggian dan jarak sekira 2 kilometer dari  pantai.

Pada 2017 yang lalu ada bantuan fasilitas air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai dengan menggunakan mesin  pompa air. Sistem sedot air itu hanya berumur 2 bulan setelah itu tidak ada lagi.

Bantuan yang diberikan kala itu berupa 1 unit mesin pompa, bak penampungan air dan sambungan  pipa sekira panjang 3 kilometer. 

“Sudah tidak berfungsi lagi mesin sudah rusak biaya bahan -bakar minyak cukup banyak dan juga biaya  perawatannya anggaran untuk itu tidak ada,” Kurnia Sapalakkai kepada MentawaiKita.com, Minggu (16/2/2020). 

Ia berharap kepada Pemda Mentawai dan dinas terkait membangun Pamsimas seperti di Dusun tetangga Mabulau-buggei, Pinairuk Mapinang dan Pututukat.

“Kalau sumber air ada di hulu sungai Pasapuat yang berjarak sekitar 2 km, namun sumber ait itu sangat jauh dan digunakan warga dusun lain seperti Pasaput dan Tunang Tuggut,” ujarnya.

Verawati Sababalat (37), salah satu warga Pujaringan, menyebutkan dirinya sulit mendapat air air minum. Jika mencuci harus  turun ke lembah angkut air dengan jeriken secukupnya yang mampu diangkat.

Jarak sumber air dari rumah Verawati sekitar 300 meter dengan medan yang menanjak.

“Syukur-syukur ada hujan turun maka kami sangat senang, ibarat anak-anak dapat hadiah, jika hujan lebat  ada stok air di bak penampungan dapat digunakan sekira 7-10 hari, tapi kalau tidak turun hujan tambah kerja angkut air lagi apa lagi saya sedang hamil saat ini terpaksa anak dan suami yang angkut air untuk kebutuhan di rumah,” ujarnya


BACA JUGA