Korban Pembacokan Leher Dengan Samurai Sudah Mulai Membaik

Korban Pembacokan Leher Dengan Samurai Sudah Mulai Membaik Kondisi korban setelah dioperasi di RSUP. M. Djamil Padang.

PADANG-Setelah menjalani operasi selama tujuh jam akibat lehernya dibacok orang tidak dikenal dini hari tadi akhirnya Parmono Saogo (21) warga Dusun Mapoupou, Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah mulai sadar.

Resman salah satu yang menjaga korban pada Mentawaikita.com, menuturkan Parmono tadi sudah mulai membaik, dia dioperasi di RSUP M. Djamil Padang sejak pukul 06.00 WIB sampai 13.00 WIB, dan korban siuman dari operasi sekira pukul 15.00 WIB.

“Saat ini kondisi sudah membaik, sudah bisa diajak bicara namun masih belum lancar, minum sudah bisa, tapi makan belum bisa dilakukan,” katanya, Minggu (16/2/2020).

Sementara korban sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, lehernya masih diperban. “Kejadian ini sudah dikabari orang tuanya di kampung, dan malam ini mereka sudah berangkat dari Sikakap dengan kapal, besok mereka sampai,” ujarnya.

Berita Terkait

Warga Mentawai Jadi Korban Tebasan Leher di Padang

Kejadian berawal ketika korban Parmono Saogo bersama temannya korban Hengki Hotang (21 keluar rumah untuk mencari makan dengan jalan kaki di wilayah Marapalam, Kecamatan Padang Timur. "Saat itu ada dua kendaraan roda dua datang dari Lubuk Begalung menuju arah Simpang Haru, mereka ada empat orang, kemudian mereka hendak menabrak kami, tapi kami berdua melompat ke trotoar itu tepatnya dijalan Sutomo," tutur teman korban Hengki Hotang.

Kemudian kata Hengki, korban Parmono menoleh melihat kendaraan, lalu satu pengendara memakai Honda Beat warna biru kembali ke arah mereka lalu orang yang dibonceng mengibaskan samurai ke arah mereka.

"Parmono kena kibas samurai bagian leher kirinya, sedangkan saya saat itu langsung menunduk, lalu saya lihat tangan Parmono yang memegang lehernya berdarah, kemudian saya perhatikan lagi ternyata lehernya sudah luka-luka. Beruntung ada pengendara yang lewat di lokasi kejadian langsung membawa kami ke Bidan Cici yang ada dekat lokasi, namun pada pukul 03.00 WIB, Parmono di rujuk ke RSUP M. Djamil Padang," terangnya.

Setelah korban diantarkan ke Poliklinik Bidan Cici langsung melapor ke Polsek Padang Timur yang tidak jauh dari lokasi Poliklinik tersebut. 

Menurut Hengki dia tidak tahu kesalahan, tiba-tiba saja orang tak dikenal tersebut menyerang mereka. Hengki sendiri tinggal di kawasan Marapalam, bekerja sebagai kuki bangunnan, sedangkan korban tinggal di kawasan Ampang, bekerja di tempat cucian mobil.


BACA JUGA