Tak Selesai 100 Persen, Kantor BPD Maileppet Tidak Berani Dipakai

Tak Selesai 100 Persen Kantor BPD Maileppet Tidak Berani Dipakai Kanto BPD Maileppet sudah bersemak lantaran tidak dipakai. (Foto: Hendri/Mentawaikita.com)

MAILEPPET-Kantor Badan Pemuswaratan Desa(BPD) Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum difungsikan sebab fasilitasnya belum lengkap serta juga serah terima inventaris BPD lama ke BPD baru belum ada.

Kepala Desa Maileppet Niman Sitiur mengatakan, terkait dengan kantor BPD baru belum digunakan oleh BPD baru pembangunannya sudah selesai hanya saja yang belum selesai itu dapur, dan kamar mandi. Kantor BPD dibangun tahun 2018 dari dana Anggaran Dana Desa (ADD).

"Saya sudah sampaikan kepada BPD agar kantor tersebut digunakan, jika ada yang kurang bisa kita lengkapi asalkan sudah digunakan oleh BPD baru, jika ada yang kurang laporkan agar bisa dianggarkan tahun ini, target kita kantor BPD baru itu tahun ini sudah digunakan," kata Nikman sitiur kepada Mentawaikita.com,  Senin (10/2/2020) 

Sekretaris Desa Maileppet Benediktus menambahkan kantor BPD Desa Maileppet sudah selesai 80 persen, dari anggaran ADD tahun 2018 senilai Rp200 juta lebih namun belum difungsikan oleh BPD.

“Sudah kami tawarkan namun belum ditempati. Kami mengakui kantor BPD belum selesai 100 persen, masih ada dapur dan kamar mandi yang belum dikerjakan, jika sudah ditempati baru kami anggarkan, jika ada yang kurang seperti kursi dan yang lainnya, tapi kalau belum ditempati kami tidak berani menganggarkan sebab rugi, kalau sudah digunakan baru kami berani anggarkan apa saja yang kurang untuk meteran listrik sudah ada tinggal instalasi yang belum ada, jika sudah digunakan akan dipasang, semua bangunan itu masih tangung jawab Desa," kata Benediktus.

Ketua BPD Besman Saleleubaja menanggapi, sebenarnya kantor BPD itu belum selesai 100 persen dan segera dipakai namun kenapa tidak dipakai karena namanya fasilitas pemerintah harus jelas pemakaiannya, seharusnya diundang BPD baru lalu menyerahkan inventaris dari BPD lama ke BPD baru, namun saat penyerahan BPD lama tidak hadir. 

“Lalu kami buat surat menyampaikan undangan kembali untuk datang menyerahkan inventaris itu surat tertanggal (6/10/ 2019), namun tidak direspon,sampai saat ini ditunggu belum ada jawaban, karena tidak ada penyerahan kepada BPD baru tidak akan berani untuk memakai kantor BPD itu,” katanya.

Menurut Besman, kantor BPD itu seharusnya sudah selesai 100 persen ternyata tidak selesai yang dibangun pada tahun tahun anggran 2018 dengan anggaran Rp200 juta lebih, dan langsung yang menangani pembangunan kantor tersebut oleh BPD lama. 

“Kami takut ketika pemeriksaan karena masih ada beberapa yang belum selesai yakni kamar mandi, dapur, listrik tidak ada, jika kami nanti memakai kantor tersebut harus membuat berita acara, ini supaya kami mempunyai dasar ketika ada pemeriksaan suatu saat nanti, kalau tahun ini dianggarkan kembali mana bisa karena itu anggaran tahun 2018 sudah selesai, jika dianggarkan tahun ini jadi pertanyaan, baru dibangun diusulkan lagi," kata Besman.


BACA JUGA