Polres Mentawai Berikan Bantuan Paket Sembako Kepada Orang Tidak Mampu 

Polres Mentawai Berikan Bantuan Paket Sembako Kepada Orang Tidak Mampu  Kapolsek Sikakap Iptu Hendri lagi memberikan bantuan paket sembako kepada Tinur Samoloisa (40) penderita cacat Mata warga Dusun Bakat Monga, Desa Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Polres Kabupaten Kepulauan Mentawai menyalurkan 20 paket sembako kepada orang cacat, tidak mampu dan janda pensiunan polisi di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Paket sembako tersebut berupa beras 10 kilogram, minyak manis dua kilogram, susu dua kaleng, sirup ABC dua botol, teh celup dua kotak, kopi satu bungkus, dan gula satu kilogram.

"20 paket sembako yang diserahkan sekarang merupakan program sosial Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Dody Prawiranegara, bantuan sembako tersebut diperuntukan untuk orang cacat, tidak mampu, janda pensiunan polisi,"kata Kapolsek Sikakap, Iptu Hendri, kepada Mentawaikita, Senin (10/2/2020).

Iptu Hendri menyebutkan, tujuan memberikan paket sembako ini adalah salah satu bentuk kepedulian polisi dalam mengayomi masyarakat.

Polisi merupakan pelindung dan pengayom masyarakat supaya polisi dan masyarakat dekat dan menjalin hubungan baik, anggota Polisi yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan berusaha sebaik mungkin supaya masyarakat akan merasakan hidup aman, tentram dan tenang.

"Kepada masyarakat kami mengimbau supaya tetap menjaga rasa persatuan dan persaudaraan di Pagai Utara Selatan (PUS) terutama sekali di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan Indonesia Kecil, sebab di Kabupaten Kepulauan Mentawai banyak terdapat suku, budaya, agama dan ras, besok Selasa (11/2) kegiatan bakti sosial akan dilanjutkan membersihkan  musala Nurul Ikhsan Sikakap Tenggah,"katanya.

Tinur Samaloisa (40), penderita cacat mata warga Dusun Bakat Monga, Desa Sikakap menuturkan dia hidup seorang diri tanpa suami, untuk makan dibantu oleh tetangga. "Waktu pak polisi datang saya awalnya merasa takut juga, salah seorang anggota polisi datang kepada saya untuk memberikan pemahaman kepada saya rasa takut saya hilang, terima kasih saya ucapkan atas bantuan paket sembakonya,"katanya.

Salidarna Sabelau (60), janda pensiunan polisi, warga Desa Taikako mengatakan, sebagai bentuk cinta saya kepada kesatuan polisi baju bhayangkari saya masih dia simpan dalam lemari, termasuk baju almarhum suaminya Sersan Mayor (Serma) Martin Sapalakkai yang meninggal tahun 2009.

"Kedatangan Kapolsek Sikakap Iptu Hendri besarta anggota dan ibu-ibu bhayangkari mengingat kan saya kepada masa-masa dahulu waktu suami saya masih Dinas sebagai anggota Polisi, terus terang saya merasa terharu masih ada juga perhatian bapak-bapak polisi kepada kami para janda pensiunan polisi," katanya.

Nina Mariana Samangilailai (76), janda pensiunan polisi Serma Al Priderik Huning Sapalakkai, mengatakan, waktu pensiun pangkat suaminya Serma. “Ibu-ibu bhayangkari dan Kapolsek Sikakap beserta anggota ke rumah gubuk saya ini membuat saya terharu dan menitikkan air mata, walaupun suami saya Serma Al Priderik Huning Sapalakkai sudah tidak ada lagi tapi dengan kunjungan ini saya merasa bersyukur sekali," katanya.

BACA JUGA