Jatah JKN Puskesmas Muara Sikabaluan Berkurang

Jatah JKN Puskesmas Muara Sikabaluan Berkurang Puskemas Muara Sikabaluan. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Kepala Puskesmas Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Marojahan Sitorus meminta kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sikabaluan untuk melakukan pengecekan keaktifan kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ke puskesmas untuk memastikan apakah pemegang JKN aktif atau tidak. Hal tersebut berkaitan dengan adanya pengurangan peserta JKN di Mentawai, salah satunya di Puskesmas Sikabaluan. 

"Sama kita sebelumnya ada 6 ribuan peserta aktif JKN, namun karena ada pengurangan sebanyak 3 ribu orang maka kita minta pada masyarakat untuk melakukan pengecekan sehingga tahu apakah seseorang tersebut masih ditanggung sebagai peserta JKN atau tidak,” katanya pada Selasa, (4/2/2020) dalam acara Musrenbang tingkat Desa Muara Sikabaluan. 

Lebihlanjut dikatakan Sitorus, pengecekan ini bertujuan agar masyarakat lebih mempersiapkan diri bila pemegang kartu JKN tidak lagi terdaftar sebagai peserta yang ditanggung. 

"Jangan sampai ketika penyakit yang harus dirujuk kartunya sudah tidak aktif lagi karena tidak ditanggung maka akan ada kendala. Jangan sampai terjadi salah paham karena ini sudah aturan dan peserta yang ditanggung berdasarkan data JKN ditentukan dari pusat,” katanya. 

Diharapkan Sitorus, mengingat karena banyaknya masyarakat yang tidak ditanggung oleh JKN pihal pemerintah desa dapat menganggarkan anggaran untuk penyokong bantuan kesehatan masyarakat khususnya bagi ibu hamil. 

"Kita berharap semua desa dapat menganggarkan anggaran rujukan bagi ibu hamil agar tidak terjadi lagi kasus ibu hamil meninggal melahirkan atau kasus bayi meninggal karena persoalan biaya,” katanya. 

Untuk 2020 di ADD Muara Sikabaluan telah dialokasikan anggaran keadaan darurat sebanyak Rp27 juta dimana anggaran tersebut telah digunakan untuk merujuk pasien dan biaya pengobatan dan perawatan korban tersayat pisau mesin rumput di kantor desa. 

"Kita berharap setiap tahunnya anggaran keadaan darurat ini dapat kita anggarkan untuk dapat membantu masyarakat kita dalam kondisi darurat, kata Aprijon kepala Desa Muara Sikabaluan. 

BACA JUGA