Anggaran Proyek Multiyear di Mentawai Dikurangi

Anggaran Proyek Multiyear di Mentawai Dikurangi Jalan Trans Mentawai Saliguma-Sirisurak di Siberut Tengah. (Foto Rus/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Tahun 2020 anggaran pembangunan infrastruktur Mentawai yang kegiatannya bersifat multiyears yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dikurangi, ini dilakukan karena keterbatan anggaran.

Pengurangan anggaran pada setiap item kegiatan multiyear pada 2020 rata-rata sekira 40 persen. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai Kafrizen enggan menjelaskan lebih jauh terkait data-data pengurangan dana proyek multiyears.

"Rata-rata 40 persen, mau bagaimana lagi, kalau rekanan bersedia tentu kita ubah kontrak, mau tak mau rekanan terima, meski berat," kata Kafrizen, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Kamis, (6/2/2020).

Dengan pengurangan anggaran proyek multiyears tersebut kata Kafrizen tentu saja sangat berdampak pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan trans Mentawai.

"Tentu saja pengurangan anggaran sangat berdampak pada percepatan pembangunan," kata Kafrizen.

Berikut kegiatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur (multiyears) yang sudah terkontrak pada 2020 yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pembangunan jalan Sikabaluan-Monganpoula di Siberut Utara dengan pagu anggaran senilai Rp5,3 miliar, kemudian pembangunan jalan Silak Oinan-Betumonga senilai Rp3,4 miliar, pembangunan jalan Subelen-Sirisurak senilai Rp3,4 miliar.

Selanjutnya pembangunan jalan Matobe-Saumanganyak senilai Rp4,02 miliar, pembangunan jalan Sibaybay-Mabolak senilai Rp5,2 miliar, selanjutnya pembangunan jalan Simpang Polaga-Kilometer 37 senilai Rp2,9 miliar.

Selain itu ada peningkatan jalan Srilanggai-Monganpoula-Sotboyak senilai Rp4,3 miliar, peningkatan jalan Subelen-Sotboyak senilai Rp4,1 miliar, peningkatan jalan Rogdok-Mabukkuk senilai Rp2,8 miliar, kemudian peningkatan jalan Sagitci-Beriulou senilai Rp3,3 miliar.

Peningkatan jalan Saliguma-Sirisurak senilai Rp3,1 miliar, peningkatan jalan Limu-Mapinang senilai Rp3,062 miliar, peningkatan jalan Mapinang-Saumanganyak senilai Rp2,8 miliar, peningkatan jalan Kartini-Kinumbuk senilai Rp3,1 miliar.

Peningkatan jalan Maileppet-Saliguma senilai Rp3,6 miliar, juga ada pemeliharaan jalan dan jembatan senilai Rp4,3 miliar. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan multiyears yang sudah terkontrak.

Selain itu kegiatan lain Dinas PUPR pada 2020 bersumber dari DAK reguler yakni peningkatan jalan senilai Rp40 miliar yang terdiri peningkatan jalan Homestay-SP. 2 senilai Rp10,5 miliar, peningkatan jalan Mabukku-Taileleu senilai Rp25,2 miliar, peningkatan jalan Kilometer 5-Masokut Rp1,7 miliar.

Selanjutnya kegiatan pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan (DAK penugasan reguler senilai Rp18,1 miliar yang terdiri pembangunan jalan Puro-Malilimok senilai Rp10,5 miliar, pembangunan jalan Kilometer 11-Tubeket di Pagai Selatan senilai Rp6,4 miliar kemudian peningkatan jalan Rogdok-Matotonan senilai Rp9,1 miliar.

Kegiatan yang bersumber dari DAK reguler tersebut kata Kafrizen belum terkontrak dan belum ada pelelangan. "Sekitar Maret baru tayang, saat inj belum ada yang terkontrak," kata Kafrizen.

BACA JUGA