Laut Dipenuhi Sampah, Wabup Mentawai Minta Pemdes Sikakap Segera Buat TPS

Laut Dipenuhi Sampah Wabup Mentawai Minta Pemdes Sikakap Segera Buat TPS Tumpukan sampah di perairan dermaga Pastoran Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP—Sampah yang memenuhi sekitar pantai dan perairan Selat Sikakap jadi sorotan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake dan anggota DPRD Mentawai Nelsen Sakerebau saat mengikuti Musrenbang Kecamatan Sikakap, Selasa (4/2/2020).

 

"Tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Sikakap membuat masyarakat menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah, akibat sampah baling-baling mesin boat sering terbelit sampah plastik atau karung," kata Kortanius Sabeleage, Selasa (4/2/2020).

 

Ia menyebutkan, jika laut terus dijadikan tempat pembuangan sampah maka ekosistem laut akan rusak dan biota yang ada didalamnya mati. "Saya yakin kaleng oli yang dibuang (ke laut) itu masih tersisa olinya, tidak mungkin isinya kosong 100 persen, kalau minyak oli atau plastik menutupi terumbu karang tentu akan mati, kalau terumbu karang mati, terumbu karang merupakan rumah ikan tempat ikan mencari makan, dan berkembang biak tidak ada lagi akibatnya ekosistem ikan akan berkurang, yang rugi tentu kita masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, kepada Pemerintah Desa Sikakap agar secepatnya cari lokasi TPS agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di laut," tegasnya.

 

Hal sama juga dikatakan Nelsen Sakarebau. "Begitu juga dengan pemukiman warga, karena banyak sampah pemukiman warga menjadi kotor, untung saja Desa Sikakap dekat dengan laut sehingga air hujan cepat mengalirnya kevlaut, begitu juga dengan perumahan warga sudah begitu sempit dan berdekatan, satu rumah terbakar akan ikut rumah tetangga terbakar, mari kita jaga laut sebab Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan daerah kepulauan dimana laut salah satu menjadi pendapatan ekonomi masyarakat," katanya.

 

Menanggapi itu, Kepala Desa Sikakap, San Andi Iklas, mengatakan program utama Pemerintah Desa Sikakap tahun ini membuat TPS. Untuk itu Pemdes sudah menganggarkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini sekitar Rp200 juta untuk membangun TPS di Dusun Mapinang.

 

Awalludin (56), seorang nelayan mengatakan, banyaknya sampah di laut membuat baling-baling mesin pompong sering tersangkut plastik atau karung goni dan membuat mesin langsung mati.

BACA JUGA