Guru TK di Sikakap Bergaji Rp24 Ribu

Guru TK di Sikakap Bergaji Rp24 Ribu Anak-anak TK Teratai Sikakap menikmati makan siang di sekolahnya (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

SIKAKAP TIMUR-Guru Taman Kanak-kanak(TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) meminta Pemerintah Desa Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalokasi insentif guru dari anggaran dana desa sebab selama ini gaji mereka  Rp24 ribu per bulan.

Nur Afni, salah satu guru TK Teratai yang berlokasi di Sikakap Timur di depan Kantor Perhubungan Laut, menyebutkan sudah dua tahun pembayaran gaji dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai berhenti karena perubahan kebijakan. Selama itu honor yang diterimanya bersama 2 orang rekannya berasal dari pembayaran iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) anak didik yang berjumlah 32 orang. 

Iuran SPP yang dikenakan kepada siswa sebanyak Rp30 ribu per bulan sehingga total keseluruhan Rp960 ribu. Uang itu kemudian digunakan untuk kebutuhan ATK, pembelian air galon, membayar rekening listrik, biaya sosial. Sisanya dibagi rata dan masing-masing mendapat Rp24 ribu per bulan dan kadang Rp100 ribu.

“Sejak insentif dari Pemda Mentawai tidak ada lagi kami sangat minim dapat honor kalau dari Pemda saat itu sebulannya terima Rp500ribu per orang yang dibayar triwulan dan per semester cukup lumayan," kata Nur Afni kepada MentawaiKita.com, Selasa (28/1/2020).

Nur Afni mengaku meski menerima honor yang minim namun dirinya masih aktif mengajarkan anak-anak.

“Kami rindu perhatian dari Pemerintahan Desa Sikakap untuk membantu kami hal insentif dan sangat berharap,” ujarnya.

Ia berharap Pemdes Sikakap mengalokasikan anggaran untuk gaji mereka sebab sekitar dua minggu lalu pihaknya telah didata oleh aparat desa.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sikakap, San Andi Ikhlas Samaloisa, mengatakan belum dapat memastikan semua guru TK dan PAUD mendapat insentif dari dana desa pada tahun ini.

Sebab menurut dia ada kriteria sekolah yang perlu dicek misalnya jumlah siswa dan keaktifan sekolah. 

“Yang jelas ada dua PAUD tanggung jawab Pemdes Sikakap yakni PAUD Paudia yang di Nem-nem Leleu dan Nuntut Baga Ina di Masabuk sebab izin berdiri kedua PAUD itu berasal dari Pemdes Sikakap, bangunan serta tanah sekolah itu merupakan aset desa sehingga insentif gurunya menjadi tanggungjawab kami,” katanya.

Sesuai petunjuk teknis, lanjut San Andi Iklas, sekolah PAUD yang lainnya tidak bisa dibantu insentifnya.

“Paling sekolah tersebut dibantu berupa fisik misal pagar sekolah, mebelernya, kalau insentif belum dapat kita bantu karena tidak ada dipetunjuk teknis penggunaan ADD,lain halnya ada aturan baru kita bantu,” jelasnya.

Jumlah insentif untuk guru PAUD sesuai jukni berkisar Rp300 ribu-500 ribu per bulan tiap guru. Jumlah itu disesuaikan dengan anggaran desa yang diterima dari pemerintah.

“Pencairan honor guru itu sama dengan jadwal pencairan honor aparat desa,” katanya.

Di Desa Sikakap terdapat 7 TK/Paud yakni TK Teratai, TK Bakti, Nuntut Baga Ina, Paudia, Anugerah, Bintang Mulia II dan Paud Bintang mulia III. 


BACA JUGA