Bupati Mentawai Resmikan Jembatan Mapaddegat

Bupati Mentawai Resmikan Jembatan Mapaddegat Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet bersama Firkopimda saat menggunting pita peresmian jembatan Mapaddegat. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

MAPADDEGAT–Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet meresmikan jembatan yang menghubungkan Dusun Mapaddegat dengan kawasan wisata Pantai Mapaddegat, Kamis (23/1/2020).

“Keindahan alam, wisata pantai ini jangan kita rusak dengan membuang sampah sembarangan, yang dampaknya bisa mengurangi minat pengunjung, untuk itu mari kita jaga keindahan wisata kita dengan sama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung,” kata Yudas saat peresmian.

Jembatan Mapaddegat itu diyakini Yudas akan berdampak positif terhadap masyarakat setempat karena memiliki ciri khas tersendiri. “Karena ini jembatan ikon wisata kita beri namanya sesuai daerahnya yaitu mapadegat, kan nama ini tidak ada di tempat yang lain,” timpalnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Elfi, mengatakan jembatan yang menghabiskan biaya Rp8,073 miliar  merupakan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 dan memiliki tipe kelas B dengan bentang 60 meter.

“Kita terus menggenjot pembangunan infrastruktur, karena pembangunan akses jalan dan jembatan kita di Mentawai, masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, kita masih pada posisi 19 persen, sedangkan Kabupaten lain sudah mencapai 70 persen, dan tahun 2019 kita sudah berhasil menyelesaikan 5 jembatan,” paparnya.

Elfi menjelaskan, dengan dibangunnya akses jalan dan jembatan antar kecamatan dan desa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dari segala sektor, terutama mendorong masyarakat petani meningkatkan hasil pertaniannya.

“Sekarang ini masyarakat berlomba-lomba meningkatkan pertanian, dimana di sepanjang pinggir ruas jalan yang sudah kita bangun ataupun yang baru kita buka lahan pertanian, kebanyakan menanam pisang, keladi dan tanaman lainnya, hal itu dikarenakan akses yang sudah terbuka, dan membawa hasil pertanian ke pengepul juga sudah gampang karena ada jalan,” pungkasnya.

Karena masih banyak jalan yang sudah dibuka dan belum bisa dibangun karena keterbatasan anggaran daerah, Dinas PUPR terus berupaya agar pemerintah pusat mengucurkan anggaran membantu Mentawai untuk percepatan pembangunan.

“Kalau kita hanya mengandalkan APBD Mentawai untuk membangun Infrastruktur, saya kira tidak akan mampu kita karena pembangunan jalan dan jembatan biayanya sangat mahal, untuk itu kita berharap pembangunan ini dibantu dengan anggaran APBN, kita berharap status jalan di Pulau Siberut menjadi jalan nasional sehingga Mentawai terbantu,” katanya    

BACA JUGA