Masri Budidaya Lobster Air Tawar

Masri Budidaya Lobster Air Tawar Masri, warga Sikakap yang membudidayakan lobster air tawar (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Masri (47), warga Dusun Sikakap Barat, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Maret 2019 telah mulai membudidayakan lobster air tawar.

Lobster air tawar itu dibudidayakan Masri dalam bak yang dibuat dari lobrik lebar 4 meter dengan ketinggian 1 meter dan panjang 2 meter.

Masri mengatakan agar lobster air tawar tidak lari, ia menambahkan bambu ke dalam bak yang berukuran sekitar 5 cm yang dipotong sepanjang 20 cm.

"Budidaya lobster air tawar sebenarnya sangat menggiurkan sebab harga jual kepada penampung Rp140 ribu per kilogram,” kata Masri saat ditemui MentawaiKita.com di kediamannya, Kamis (23/1/2020).

Indukan lobster air tawar didapat Masri dari Payakumbuh yang diberi Suheri, warga Desa Sikakap yang juga menjadi penampung lobster di Sikakap.

Pada awalnya indukan lobster yang dimilikinya sebanyak 50 ekor namun sebanyak 30 ekor mati akibat kemarau panjang di Mentawai tahun lalu. Masri kesulitan mendapatkan air bersih sehingga air bak kotor. Sekarang indukan yang dimiliki Masri tinggal 20 ekor.

Kurang dari setahun memelihara lobster, Masri mengaku telah memiliki lobster seberat 3 ons per ekor.

“Selain itu telah ada 4 ekor indukan yang sudah mulai bertelur, untuk pakan anak lobster air tawar kalau kecil diberikan kuning telur dan sayur kangkung, kalau sudah besar diberi pelet pakan ikan, agar cepat bertelur diberikan makan keong mas dan sayur kangkung, fungsi keong mas agar indukan lobster air tawar cepat bertelurnya, sebenarnya kalau serius dalam budidaya lobster air tawar 1 ekor indukan bisa menghasilkan bayi lobster sekitar 1000 ekor, dan lobster air tawar berumur 8 bulan sudah bisa dijual," katanya. 


BACA JUGA