Kontrol Kurang, Masih Ada Proyek Fisik Desa Madobag Belum Selesai

Kontrol Kurang Masih Ada Proyek Fisik Desa Madobag Belum Selesai Balai Dusun Madobag, Desa Madobag yang belum selesai dibangun (Foto : Hendrikus/MentawaiKita.com)

MADOBAG-Sejumlah proyek fisik yang didanai Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) Madobag Tahun 2019 di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum selesai.

Sekretaris Desa Madobag, Fanisius Saguruwjuw, mengatakan keterlambatan pembangunan tersebut disebabkan pengelolaan anggaran desa  tidak baik ditambah kontrol pelaksanaan pembangunan yang kurang sehingga pembangunan asal jadi.

“Anggaran desa tidak dikelola dengan baik an kurangnya kontrol lapangan sehingga pembangunan asal jadi dan tidak jelas,” kata Fanisius Saguruwjuw kepada MentawaiKita.com, Jumat (15/1/2020).

Menurut data yang dimiliki Sekretaris Desa Madobag, pengerjaan proyek fisik yang belum selesai berupa pembangunan balai  di Dusun Madobag yang baru 25 persen. Rehab kantor desa masih dalam proses pengerjaan dan pembangunan posyandu di Buttui.

Pembangunan posyandu di Dusun Buttui bagian yang belum selesai berupa pembuatan pintu, seng plat dan loteng belum ada. Sementara atap dan dinding bangunan berukuran 6 x 9 meter yang didanai dana desa 2019 sebesesar Rp118 juta sudah terpasang.

“Saya tidak tahu kelanjutannya bagaimana, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) juga sudah melihat nanti akan ada evaluasi," ujar Fanisius

Sedangkan pembangunan jalan di Mangorut-Rogdok yang sempat bermasalah telah dilepoh ulang walaupun hasilnya tidak maksimal. 

"Pembangunan fisik sebenarnya sudah selesai bulan 12  karena ada beberapa kendala sampai sekarang belum selesai, anggarannya sudah selesai hanya saja di lapangan yang tidak terkontrol," kata Fanisius. 

Ketua BPD Madobag, Markus Salakkopak, mengatakan pembangunan berupa fisik seperti balai, rehab kantor masih tahap pengerjaan, dan gedung posyandu di Buttui yang dinilai belum selesai 100 persen.

Termasuk anggaran kelompok sawah yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Desa Madobag. “Itu menjadi catatan dan temuan kami di lapangan,” kata Markus.

Markus menyebutkan proses pembangunan posyandu di Buttui berhenti begitu saja tanpa kejelasan.

“Pembangunan tersebut sudah menjadi catatan bagi BPD dan nanti akan dievaluasi di desa bagaimana kelanjutannya, ini dalam tahap proses, yang jelas pembangunan tetap dilanjutkan,” katanya. 


BACA JUGA