Guru Honor SMP GKPM Sikakap Mengeluh Gaji Rendah

Guru Honor SMP GKPM Sikakap Mengeluh Gaji Rendah Rahap Sababalat, salah seorang guru SMP GKPM Sikakap mengajar (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

NEM-NEM LELEU-Guru honor yang mengajar di SMP GKPM Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengeluh gaji yang mereka terima per bulan masih rendah. Mereka meminta pemerintah memberi perhatian soal itu.

yang mengajar di SMP GKPM Sikakap minta perhatian Pemerintah Daerah Kepulauan Mentawai terkait  gaji honorer yang minim bersumber dari dana BOS sebesar 15 persen.

Rahap Sababalat, guru honor mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMP GKPM, mengatakan sudah dua tahun mengajar dengan gaji Rp4.500 per jam. 

Rahap mengajar sebanyak 4 jam seminggu dan sebulan sebanyak 16 jam. Gaji yang diterima Rahap per triwulan sebanyak Rp198 ribu hingga Rp216 ribu. 

“Saya memang masih lajang  namun saya tetap sabar untuk mengabdi di sekolah ini sudah dua tahun saya mengajar," katanya kepada MentawaiKita.com, Senin (20/1/2020).

Rahap berharap Bupati Kepulauan Mentawai merekrut dirinya dan rekan-rekannya menjadi guru kontrak agar mendapat penghasilan yang lebih layak.

Selain Rahap, Enista Sakerebau, guru di sekolah itu juga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengangkat mereka menjadi guru kontrak.

"Saya sudah 5 tahun mengajar guru agama Kristen Protestan di sekolah ini penghasilan sesuai jam mengajar sekali tiga bulan menerima sekira Rp300ribu, ini bukan keluhan yang kami pendam tapi inilah adanya mudah-mudahan Pemda Mentawai memperhatikan kami,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala SMP GKPM Sikakap, Rasmalina Samaloisa,  menyebutkan dirinya belum banyak berkomentar sebab baru dilantik menjadi kepala sekolah pada 1 Januari tahun ini. Kepala sekolah sebelumnya dijabat Ilau Saleleubaja.

“Tenaga pendidik di sekolah ini terdiri guru honorer sebanyak 14 orang, guru kontrak Pemda 1 orang dan PNS 1 saya sendiri,” jelasnya.

Terkait dengan gaji honorer, Rasmalina, pembayaran disesuaikan dengan aturan  petunjuk teknis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 15 persen.

“”Jumlah 15 persen inilah yang di bagikan kepada semua guru honorer di sekolah ini,” ujarnya.

Tiap tahun sekolah ini menerima BOS sebanyak Rp52 juta dengan jumlah siswa sebanyak 52 orang. 


BACA JUGA