Polsek Sikakap Latih Siswa Cara Mencegah Tindak Pelecehan Seksual

Polsek Sikakap Latih Siswa Cara Mencegah Tindak Pelecehan Seksual Jajaran Polsek Sikakap berikan pelatihan antisipasi pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Kepolisian Sikakap memberikan pelatihan cara melawan tindakan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan perempuan kepada siswa di daerah Pagai Utara Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala Unit Bimbingan Masyarakat Polsek Sikakap, Ipda Yanuar, mengatakan polisi merupakan sahabat bagi anak-anak dan masyarakat. 

“Sebelum kejahatan terjadi lebih baik kita berikan pengetahuan kepada anak-anak di bawah umur, dan perempuan, sebab anak-anak di bawah umur dan perempuan merupakan wanita lemah yang sering menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga,” katanya kepada MentawaiKita.com, Jumat (17/1/2020).

Ia mengingatkan kepada anak-anak untuk menolak pemberian seseorang yang tidak jelas maksudnya seperti memberi gula-gula atau menjanjikan uang dan mengajak pergi.

“Kalau ada orang tidak dikenal atau orang yang dikenal yang menjanjikan uang atau gula-gula dan mengajak pergi itu merupakan orang jahat, sebab kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan," ujarnya kepada siswa TK Teratai Sikakap.

Pelatihan ini, kata Yanuar diberikan kepada siswa TK, SD, SMP hingga SMA sederajat dengan nama kegiatan “Polisi Sahabat Anak dan Masyarakat”. 

“Polisi itu adalah pelindung dan pengayom masyarakat dengan seringnya kita datang ke sekolah-sekolah dan bergaul di tengah masyarakat tentu anak-anak dan masyarakat tidak lagi merasa takut bila melihat keberadaan polisi,"katanya.

Sementara itu Kapolsek Sikakap, Iptu Hendri, mengatakan, kunjungan ke sekolah dan ke masyarakat adalah kegiatan rutin sesuai dengan perintah dari Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara.

“Kegiatan ini tujuannya agar generasi muda yang menjadi penerus bangsa ini tidak menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan, bila sudah menjadi korban pelecehan seksual atau kekerasan si korban jiwanya akan terganggu atau trauma seperti takut melihat orang yang lebih tua dari dirinya,” katanya.

Ia meminta orangtua menjaga anak dan mengawasi setiap pergaulan anak serta memberikan rasa kasih sayang agar anak merasa nyaman.


BACA JUGA