43 Ton Gurita dari Nelayan Sikakap Dikirim ke Padang

43 Ton Gurita dari Nelayan Sikakap Dikirim ke Padang Pegawai BKIPM Mentawai lagi memeriksa gurita yang akan dikirim ke Padang. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP- Sejak Desember 2019 sampai 14 Januari 2020  dari data Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Perikanan Mentawai di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, ada sebanyak 43.160 kilogram gurita dari Desa Sikakap dikirim ke Padang.

"Sesuai dengan data gurita yang dikirim dari Desa Sikakap ke Padang pada Desember 2019 sebanyak 32.080 kilogram, sementara sampai 14 Januari 2020 ada 11,080 kilogram total gurita yang dikirim dari Desember 2019 sampai 14 Januari 2020 sebanyak 43.160 kilogram,"kata Eldas, penanggung jawab wilayah kerja (Wilker) BKIPM Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (14/1/2020).

Eldas menyebutkan, untuk pengurusan sertifikat penampung gurita atau ikan dikenai administrasi sebesar Rp35 ribu dengan berat gurita yang dikirim 10 kilogram sampai 5 ton. Sertifikat yang dikeluarkan oleh BKIPM berlaku untuk sekali jalan. 

“Sebelum sertifikat diterbitkan terlebih dahulu kami dari BKIPM akan mencek jenis dan jumlah barang yang akan dikirim tersebut. Tujuan dari pemeriksaan jenis dan jumlah barang adalah melihat langsung jenis hasil perikanan yang akan dikirim apakah jenisnya dilarang atau tidak, kalau dilarang maka BKIPM Mentawai tidak akan menerbitkan sertifikatnya, dan jumlah barang bisa berat barang berapa berat barang yang akan dikirim. Pengecekan kita lakukan langsung ke gudang tumpuk penampung gurita setelah itu dilanjutkan di pelabuhan dan di atas kapal," terangnya.

Andika, penampung gurita di Desa Sikakap menuturkan gurita yang dikirim Minggu (12/1/2020) lebih dari 1.000 kilogram, gurita tersebut dibeli dari warga di Pagai Utara Selatan (PUS). “Harga gurita sekarang ukuran besar 1 kilogram ke atas Rp20 ribu perkilogram, sementara ukuran kecil dibawah 1 kilogram Rp8 ribu perkilogram,” katanya.

BACA JUGA