Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Mentawai, Dua Masih DPO

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Mentawai Dua Masih DPO Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara (depan dua dari kanan) didampingi Wakapolres Mentawai, Kasatreskrim Mentawai, dan Kasatnarkoba memperlihatkan foto pelaku pembunuhan yang masih DPO. (Fotp: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT- Tak Ambek(60), warga Dusun Saikoat Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat pada Kamis, (9/1/2020) ditangkap polisi atas kasus pembunuhan terhadap Supian (60), warga Saikoat di Dusun Saikoat, Siberut Barat Kepulauan Mentawai yang terjadi pada Kamis, 28 September 2017 lalu.

Tak Ambek ditangkap pihak kepolisian pada Kamis, (9/1/2020) saat mengantar anaknya sekolah di Betaet, Kecamatan Siberut Barat. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Sikabaluan selanjutnya dikirim Polres Mentawai untuk ditahan.

Tak Ambek merupakan salah satu dari tiga orang pelaku dalam kasus pembunuhan terhadap Supian, selaku korban yang dituduh telah mencuri ternak pelaku.

Dua pelaku lainnya yakni Oiloten (36), dan Parulian (33) telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga terlibat kuat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Ketiga orang pelaku tersebut sebetulnya satu keluarga. Tak Ambek yang telah berhasil ditangkap merupakan ayah dari kedua pelaku, Oiloten dan Parulian.

Informasi yang diperoleh penyidik polisi, pelaku utama yang menghabiskan nyawa korban adalah Oiloten, anak dari Tak Ambek, sedangkan Tak Ambek berperan membantu menguburkan mayat korban sebelum ketiganya melarikan diri ke hutan pada saat itu.

Sejak kejadian itu ketiga pelaku tersebut tinggal di hutan atau di peternakan babi bersama keluarganya, dan mereka keluar dari hutan pada saat tertentu saja. Meski ada warga yang melihat namun tak ada yang berani melaporkan karena rasa khawatir.

Pihak polisi mengimbau kepada pelaku sebaiknya menyerahkan diri saja dan menuntaskan proses hukum.

"Kami imbau kepada dua orang pelaku untuk menyerahkan diri saja itu lebih baik daripada nanti harus kami lakukan upaya paksa, karena harus berapa tahun lagi merasa hidup dalam ketidaktenangan," kata Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara pada Jumat, (10/1/2020).

BACA JUGA