PAD Sektor Wisata Tak Penuhi Target, Disparpora Mentawai Tata Destinasi Wisata

PAD Sektor Wisata Tak Penuhi Target Disparpora Mentawai Tata Destinasi Wisata Tiga pengunjung sedang bermain ayunan di Pantai Mapaddegat, Sipora Utara, Mentawai. Kawasan pantai ini menjadi salah satu kawasan wisata yang akan ditata menjadi destinasi wisata Mentawai. (Foto: Rus Akbar/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT- Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai fokus menata destinasi wisata di Mentawai yang sudah dibangun seperti Mapaddegat, Sipora Utara, Katiet  di Sipora Selatan tahun iniHal ini dilakukan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khusus sektor wisata.

“Jadi sumber PAD kita tidak hanya kita andalkan dari surfing saja tetapi juga harus ada sumber lain seperti pungutan retribusi pengunjung pada destinasi wisata yang ada, penataan destinasi wisata tahun ini menjadi fokus kita, menarik minat pengunjung dengan menata, mempercantik destinasi yang sudah ada,” kata Jhoni Anwar, Kepala Disparpora Mentawai pada Kamis (9/1/2020).

Informasi yang diperoleh dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, PAD Mentawai pada 2019 khusus dari sektor wisata hanya terealisasi sekitar Rp8 miliar lebih, kurang dari target Rp11 miliar.

“Datanya masih dalam proses dan kita belum menerima data secara keseluruhan tetapi data kasarnya PAD dari sektor  wisata sekitar Rp8 miliar,” kata Edwar, Kepala Bidang Retribusi pada BKD Kabupaten Kepulauan Mentawai saat dikonfirmasi ke kantornya.

Menurut data Disparpora Mentawai, kunjungan wisatawan ke Mentawai tahun lalu  tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya, beberapa faktor menjadi penyebab turunnya kunjungan wisatawan secara nasional itu pada naiknya tiket pesawat.

Kemudian kisruh eksekusi tanah di Pulau Nyang-nyang di Siberut Barat pada September 2019 lalu dinilai berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Mentawai untuk menikmati ombak. “Itu (eksekusi lahan) juga menjadi pengaruh kunjungan wisatawan yang terjadi beberapa kali, bahkan yang sudah booking kemudian dibatalkan tidak jadi datang,” jelas Joni Anwar. 

BACA JUGA