Bus Trans Mentawai Sikakap-Matobe Layani Pelajar dan Warga

Bus Trans Mentawai SikakapMatobe Layani Pelajar dan Warga Pelajar sedang menaiki bus yang melayani penumpang trayek Sikakap-Matobe, Mentawai. (Foto: Leo Marsen/Mentawaikita.com)

MAPINANG-Sejak jalan beton dari Desa Sikakap ke Desa Matobe rampung, akses transportasi dua desa di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai itu lancar. Namun transportasi umum yang melayani masyarakat khususnya pelajar belum memadai, hanya ada mobil pick up milik Bumdes sehingga banyak diantara mereka yang berjalan kaki sepulang sekolah.

Hal itu membuat Andi Pasaribu, warga setempat tertarik menjadi penyedia bus untuk alat transportasi warga. Mulai hari ini, bus Sikakap-Matobe mulai aktif melayani penumpang.

“Bus untuk melayani penumpang anak sekolah dan masyarakat trayeknya Pelabuhan Fery Ambu-ambu menuju Bubukat Desa Matobe, nama busnya Trans Mentawai," kata Andi, Minggu (5/1/2020).

Menurut Andi, tarif anak sekolah sekali jalan Rp2ribu sementara umum dari Bubuakat -Sikakap Rp12 ribu. Dari Matobe Tunang Rp10 ribu, Seppungan Rp8 ribu, Panatarat Rp6 ribu dan Makukuet-Sikakap Rp5 ribu.

Rencana Andi, bus akan dioperasikan sesuai jadwal jam sekolah masuk dan pulang sedangkan saat libur tergantung kondisi penumpang. “Batas trayek Bubuakat karena kondisi jalan belum dapat menuju Mangau-ngau, Polaga dan ke Saumanganya,” katanya.

"Saya menjadi penyedia  bus umum  karena melihat anak-anak sekolah banyak jalan kaki ke sekolah dan juga pulangnya terutama siswa SMKN 3 Mentawai yang berlokasi di Panatarat, siswanya sudah lebih 200 ,mobil angkutan sekolah dua unit tidak mampu lagi melayani siswa, saya, pihak sekolah dan orang tua murid SMKN 3 Mentawai sudah rapat bersama pada tengah Desember yang lalu  tentang transportasi anak sekolah, saya penyedianya dan mereka setuju maka saya sediakan,” ujarnya.

Ripal, salah seorang warga  Panatarat berharap bus umum tersebut lancar sehingga anak -anak yang sekolah di  SMPN 1 PUS tidak terlambat masuk sekolah. Ia mengaku sudah 5  bulan lamanya anak menumpang naik sepeda motor pamannya atau naik mobil BUMdes Matobe, bahkan terkadang jalan kaki ke sekolah karena Ripal tak memiliki sepeda motor.

BACA JUGA