Pemda Mentawai Serahkan Aset SMP GKPM ke Yayasan Agust Leet

Pemda Mentawai Serahkan Aset SMP GKPM ke Yayasan Agust Leet Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake saat menyerahkan aset SMP GKPM Nem-Nem Leleu Sikakap yang baru saja direhab kepada Yayasan Agust Lett. (Foto: Suntoro/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT---Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake mewakili Pemda Mentawai menyerahkan aset SMP Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) kepada Yayasan Agust Leet, Kamis, (19/12/2019) lalu.

Aset yang diserahkan kepada Yayasan Agust Lett berupa ruang kelas hasil rehab berikut mebelernya. Pembangunan ruang kelas baru dan mebeler dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, dengan pagu anggaran Rp460.500.000.

SMP GKMP yang berada Nem-Nem Leleu Kecamatan Sikakap ini merupakan sekolah pertama yang ada di Kepulauan Mentawai. “Kami ucapkan terima kasih kepada kita semua, terkhusus kepada teman-teman para pelaksana atas bangunan kita, termasuk tenaganya, pengawasnya, pimpinan yayasan, pimpinan pusat, yang telah berupaya semaksimal mungkin,” kata Kortanius. 

Gedung sekolah yang direhab atau dibangun terdiri dari dua kelas sekaligus dua toilet.

“Ternyata dengan uang yang tidak besari, kita bisa membangun maksimal, berarti selama ini kita tidak maksimal, tapi saya berharap kualitas kerja kita teman-teman yang menjadi tukang, kalau ada niatan mau bikin CV atau perusahaan ,tenaga ini bisa dipakai, karena bisa kita sampaikan kualitas kerja seperti ini,” ungkap Kortanius.

Ia juga berharap agar sekolah yang dibangun dijaga serta dipelihara dengan baik sehingga bangunan sekolah bisa bertahan dan dapat digunakan maksimal oleh anak-anak sekolah yang ada di Nem-nem Leleu Sikakap.

Kortanius juga berpesan kepala sekolah harus aktif baik ke sekolah ataupun melakukan diskusi dengan pemerintah daerah atau pimpinan daerah. “Kepala sekolah tidak hanya berpikir mengurus anak-anak, bukan, kepala sekolah harus menjaga fasiltas sarana pendukung lain, menggerakkan semua elemen yang ada, ada pemerintah, jangan merasa sendiri, sehingga tanggung jawabnya sendiri, bukan, tanggung jawab kita, tanggung jawab publik, tanggung jawab semua orang,” katanya.

Ke depan, Pemda Mentawai berencana menjadikan SMP GKPM pertama di Mentawai ini sebagai cagar budaya, Kortanius berharap bangunan lama agar tidak dirusak atau digusur, jika ingin memperbaiki cukup direhab saja dan anggarannya bisa dicari.

BACA JUGA