Penyambung Pipa Bocor Pelanggan PDAM Sikakap Kesulitan Air

Penyambung Pipa Bocor Pelanggan PDAM Sikakap Kesulitan Air Warga SIkakap sedang mengambil air di irigasi Dusun HVA, Sikakap, Mentawai. (Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Walaupun sudah musim hujan, sebagian warga Desa Sikakap Kecamatan Sikakap Kepulauan Mentawai masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama sekali pelanggan PDAM karena kebocoran pipa.

Kebocoran pipa besi di jaringan PDAM di Dusun Mabolak membuat distribusi air untuk pelanggan di Dusun Sikakap Timur dan Dusun Sikakap Tengah terganggu.

Untuk mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM terpaksa mengangkut air dengan jeriken isi 35 liter dari sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Tidak mengalirnya air PDAM mengarah ke Dusun Sikakap Timur, dan Dusun Sikakap Tengah karena kebocoran satu unit sambungan pipa terbuat dari besi di dekat Dusun Mabolak, akibat bocornya sambungan pipa tersebut air ke Dusun Sikakap Timur dan Dusun Sikakap Tengah tidak hidup," kata Frans Karel, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kantor Camat Sikakap, Rabu, 11 Desember.

Frans Karel yang juga pelanggan PDAM Sikakap berharap pipa bocor segera diperbaiki Dinas PUPR. "Sudah ada sekitar 4 bulan lebih air PDAM Sikakap tidak mengalir, mulai dari musim kemarau, sekarang hujan sudah turun, tapi datang masalah lain terjadi terjadi kerusakan penyambung pipa, sebanarnya sudah ada kesepakan pelanggan PDAM untuk menyumbang membeli pipa yang bocor tersebut tapi petugas PDAM Sikakap takut untuk memungut sumbangan itu karena ada yang mengatakan pungutan liar (pungli), untuk mendapatkan air saya terpaksa mengambil air di Dusun Mabolak, sebab PDAM arah Dusun Mabolak masih hidup, mengambil air dengan menggunakan Viar bermuatan tanki 0,5 ton dan beberapa jeriken isi 35 liter," katanya.

Putra, petugas PDAM Sikakap, mengatakan penyambung pipa yang rusak itu ukuran 1 inc sebanyak 1 unit, pelanggan PDAM Desa Sikakap ada sekitar 100 lebih, masalah ada penyambung pipa atau Palap yang rusak itu sudah disampaikan ke PDAM.

Sementara Camat Sikakap, Fransiskus Sakaletuk mengatakan sebelumnya Pemerintah Kecamatan dan Dinas PUPR sudah menyurvei sumber air lain di Dusun Cempungan Desa Matobe, namun jaraknya yang jauh sekira 6 km membutuhkan biaya Rp20 miliar sehingga dia tidak tahu apakah rencana membuat bak penampungan baru jadi atau tidak.

BACA JUGA