Daya Beli Masyarakat Lesu Jelang Natal di Mentawai

Daya Beli Masyarakat Lesu Jelang Natal di Mentawai Bahan kue yang dijual pedagang di Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Daya beli masyarakat di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai lesu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Hen Tamar, salah seorang pedagang di Sikakap, mengatakan tidak banyak masyarakat yang berbelanja padahal akan ada perayaan Natal dan Tahun baru. 

Ia menyebutkan telah memberi tepung terigu sebanyak 20 karung yang berisi 25 kilogram per karungnya pada awal Desember, namun memasuki pertengahan bulan ini terigu yang terjual baru 2 karung.

Padahal, kata dia, harga terigu tidak mengalami kenaikan atau hanya Rp170 ribu per karung. Tapi kalau eceran dijual Rp11 ribu untuk kemasan bermerek segitiga biru dan terigu biasa Rp8 ribu per kg.

Selain terigu, mentega baru terjual 5 kardus dari 12 kardus yang didatangkannya dari Padang harganya juga tidak naik hanya Rp14 ribu. 

Roti kaleng marie susu yang menjadi salah satu ikon pada saat natal di Mentawai dari 100 kaleng baru 25 kaleng yang dibeli masyarakat. harga per kaleng Rp140 ribu.

"Kalau dibandingkan penjualan jelang Natal tahun 2018 dengan tahun 2019 jauh berbeda, tahun 2018 di bulan November saja sudah banyak warga yang tinggalnya jauh dari Desa Sikakap datang ke Desa Sikakap untuk berbelanja kebutuhan Natal, sementara sekarang tinggal 13 hari jelang Natal 25 Desember 2019 penjualan tidak juga naik, kalau hari pasar seperti Minggu dan Rabu penjualan sekitar Rp7 juta sampai Rp10 juta, tapi dihari biasa di luar hari Minggu dan Rabu penjualan hanya sekitar Rp2 juta sampai Rp4 juta,” kata Hen Tamar kepada MentawaiKita.com, Kamis (12/12/2019).

Menurut Hen Tamar, rendahnya daya beli warga jelang Natal 25 Desember 2019 kemungkinan disebabkan faktor ekonomi. Ia melihat ekonomi masyarakat mulai melemah apa lagi setelah kemarau  terjadi sekitar 5 bulan lalu. 

Ia menyebutkan komoditi yang naik yakni telur dari Rp40 ribu per lapik naik menjadi Rp45 ribu. Gula pasir Rp13 ribu per kg dari Rp12 ribu dan minyak manis dari Rp11 ribu menjadi Rp12 ribu. 

“Harga bahan kue jelang Natal 25 Desember masih stabil yang mengalami kenaikan telur ayam buras Rp40 ribu per lapik naik menjadi Rp45 ribu per lapik,” ujarnya.

Rismawati (39) warga Desa Matobe, mengatakan jelang Natal dan tahun baru terasa ‘dingin’. 

“Kalau natal dan tahun 2018 biasanya baju dan roti kaleng sudah ada stok di rumah, sekarang menjual pasir saja susah, untuk mencari pembeli pasir 4 kubik saja sampai sekarang belum ada juga pembelinya, kalau sudah terjual pasir ini baru beli baju dan roti kaleng untuk Natal," katanya.

Dari pantauan MentawaiKita.com, kenaikan harga didominasi bumbu dapur seperti bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp33 ribu per kg. Tomat naik menjadi Rp8 ribu, kemudian sayur lobak Rp8 ribu per kg dan kentang Rp14 ribu masing-masing mengalami kenaikan Rp1000 per kg dari harga awal 

"Harga kebutuhan bahan dapur menjelang Natal 25 Desember masih bisa dikatakan stabil walaupun ada beberapa yang mengalami kenaikan tapi tidak begitu tinggi, kenaikan beberapa bahan dapur berkisar Rp1 ribu rupiah per kilogram sampai Rp3 ribu per kg," kata Hendra Wijaya, pedagang bahan pokok di Desa Sikakap, Rabu (11/12/2019).

Kenaikan harga menurut Hendra Wijaya dipicu kenaikan harga di Padang sebab kebutuhan untuk Mentawai didatangkan dari sana.

Menurut Marni (56), salah seorang ibu rumah tangga, kenaikan harga menjelang hari raya besar keagamaan seperti sudah tradisi.


BACA JUGA