Hujan Turun Warga Desa Matobe Kembali Bersawah

Hujan Turun Warga Desa Matobe Kembali Bersawah Warga Matobe, Desa Sikakap kembali bersawah (Foto : Supri/MentawaiKita.com)

SIKAKAP—Petani Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali bersawah karena telah mulai musim hujan pada Desember ini. Sawah mereka sempat ditinggal akibat kemarau pada September lalu.

Ristamar Riana Saogo (32), warga Dusun Sarere, mengatakan sekira lima bulan mereka tak bersawah sebab tanahnya retak-retak akibat kekeringan. Bibit yang sempat ditanam awal kemarau atau September berwarna kekuning-kuningan.

Namun memasuki musim penghujan, kondisi tanah persawahan milik Ristamar sudah bisa ditanami kembali dan bibit yang ditanam sudah mulai berbuah meski tak seluruhnya akibat siklus tumbuhnya terganggu kemarau.

“Hujan telah lebat sudah beberapa kali turun, padi yang ditanam sekitar bulan September lalu sekarang sudah mulai berbuah tapi tidak rata, lahan saya luasnya sekitar 50 meter x 50 meter, dengan hasil sekali panen, panen biasanya untuk stok pangan 4 bulan dengan hasil sebanyak 5 karung dengan volume 50 kg per karung," katanya kepada MentawaiKita.com, Selasa (10/12/2019).

Saat kemarau, Ristamar beralih pekerjaan dengan mengelola kebun pisangnya dan durian. Ia tak bisa memastikan jumlah pendapatan yang dihasilkan dari panennya usai kemarau sebab tak semua tanaman tumbuh bagus.

Oreselina (60), warga Dusun Sarere, menyebutkan musim kemarau membuat air sawah tidak ada, sebab mereka mengandalkan air hujan sebagai irigasi sawah.

“Musim kemarau membuat tanah kering dan retak-retak, karena air tidak ada saya malas bersawah, mulai bersawah baru seminggu ini, itupun sekarang hujan sudah mulai turun,” ujarnya.  

Gustiranda Taileleu (23), warga Dusun Kaleu, menyebutkan ia dan beberapa warga lain telah mulai mengolah tanah persawahan. Saat kemarau tanah menjadi keras sehingga tak bisa ditanami padi. 


BACA JUGA