Internet Iforte Akan Diputus, SMA Mentawai Terancam Gagal UNBK

Internet Iforte Akan Diputus SMA Mentawai Terancam Gagal UNBK Jaringan internet milik PT. Iforte Global Internet yang dipasang di SMAN 1 Pagai Utara (Foto : Leo/MentawaiKita.com)

PAGAI UTARA SELATAN—SMA di Kabupaten Kepulauan Mentawai terancam tidak dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) pada tahun depan sebab jaringan internet  yang dimiliki provider PT. Iforte Global Internet yang bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI)  akan diputus karena masa kontrak kerjasama berakhir pada 31 Desember tahun ini.

BAKTI merupakan lembaga pemerintah penyedia layanan akses internet pada daerah terpencil di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Layanan akses internet yang dimiliki Iforte dipakai oleh sejumlah sekolah termasuk SMA di Mentawai.

Dari 59 titik internet yang dimiliki Iforte di Mentawai, beberapa diantaranya dipasang di sekolah-sekolah di Mentawai seperti di SMAN 1 Pagai Utara, SMA Plus Setia, SMAN 1 Siberut Barat, SMAN 1 Siberut Tengah, SMAN 1 Siberut Utara dan SMAN 2 Sikakap.

Kepala SMAN 1 Pagai Utara, Nofik Afriko, hanya bisa pasrah atas keputusan tersebut meskipun jauh-jauh hari persiapan UNBK telah mereka lakukan. Namun ketiadaan jaringan internet yang menjadi salah satu fasilitas dalam melaksanakan ujian dalam jaringan (daring) dalam UNBK membuat persiapan berantakan.

“Kita lihat saja besok, mudah-mudahan ada jalan keluarnya," kata Nofik Afriko kepada MentawaiKita.com, Sabtu (7/12/2019).

Sedangkan Kepala SMAN 1 Pagai Selatan, Aziz Prima Syarial, mengatakan meski sekolahnya tidak termasuk dari jaringan internet yang akan diputus sebab memakai provider lintas arta namun ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperpanjang masa kontrak dengan provider lain.

Ia menyebutkan selain UNBK tak bisa digelar, pengiriman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) juga akan terganggu di sekolah jika layanan internet tak ada.

“Agar UNBK bisa dilaksanakan, satu-satunya cara dengan membawa siswa ke Padang atau Tuapeijat yang memiliki layanan internet bagus, tentu risikonya biaya akan bertambah, begitu juga dengan pengiriman Dapodik tentu harus ke Padang operator sekolah dari mana diambil dana untuk itu,” ujarnya. 


BACA JUGA