Harga Bahan Pokok di Tuapeijat Mulai Naik

Harga Bahan Pokok di Tuapeijat Mulai Naik Warung yang menjual kebutuhan pokok di Tuapeijat (Foto : Suntoro/MentawaiKita.com)

TUAPEIJAT-Harga bahan pokok  di Tuapeijat sebagai pusat Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai mengalami kenaikan, hal tersebut disebabkan beberapa harga bahan pokok di Padang ikut naik dari pengakuan dari beberapa pedagang.

Misalnya harga besar paling bagus per karung dengan berat 10 kilo dari Rp160 mencapai Rp180 ribu, kemudian harga telur Rp40-45 ribu per papan, lalu minyak goreng kemasan Rp13 ribu mengalami kenaikan dari Rp11 ribu, cabai merah Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu.

Kemudian bawang merah mengalami kenaikan menjadi Rp35 ribu sebelumnya Rp26 ribu, bawang putih RP30 ribu, tepung terigu Rp9 ribu, gula pasir  Rp15 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga tergantung harga di Padang, kalau di Padang naik maka di sini juga mengalami kenaikan,” kata Ani seorang pedagang di Kilometer 2.

Kepala DinasKoperindag Mentawai, Elisa Siriparang, mengatakan kenaikan harga tersebut sudah terpantau oleh pihak dinas, namun kenaikan tersebut disebabkan karena kenaikan harga di Padang.

“Ini sudah terpantau sama kita, beberapa barang mengalami kenaikan, kenaikan dipengaruhi harga di Padang, kenaikan ini mudah-mudahan tidak terlalu signifikan, yang kita khawatirkan kapal tidak masuk karena faktor cuaca, tetapi terkait hal tersebut kita tetap pantau termasuk ketersediaan jelang Natal dan Tahun baru,” kata Elisa.

Ia juga menyayangkan kebutuhan bahan pokok di Mentawai masih bergantung dari Padang. “Kita saat ini masih tergantung dengan di Padang, kita ingin pasokan sembako itu bisa ada dari masyarakat di sini, telur, cabai, bawang dari Padang semua otomatis harga dipermainkan,” katanya.

Terkait dengan kegiatan pengecekan barang kedaluarsa di setiap toko, pihak Diskoperindag tak lagi punya wewenang menindaknya, karena wewenang tersebut sudah di pemerintah provinsi.

“Kita tidak punya wewenang, kita bisa saja melakukan tetapi wewenang kita tidak ada, ini yang coba kita usulkan juga di provinsi untuk disampaikan di pemerintah pusat agar aturan tersebut dipermudahkan,” kata Elisa. 

BACA JUGA